Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Dunia usaha meminta Menteri Perindustrian baru fokus pada stabilitas bahan baku, perbaikan logistik, dan penguatan industri padat karya serta hilirisasi bernilai tambah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengangkatan M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian dalam reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 menjadi fokus perhatian dunia usaha. Di tengah tuntutan transformasi ekonomi, sektor industri menilai pentingnya kebijakan strategis yang mampu meningkatkan daya saing manufaktur secara menyeluruh. Hal ini menjadi tantangan utama bagi sosok baru yang kini menjabat, terutama dalam konteks ketersediaan energi, bahan baku, serta efisiensi rantai pasok.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa menekankan perlunya kebijakan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi benar-benar mendorong kemandirian industri. Ia menyoroti pentingnya kepastian pasokan gas industri, perbaikan infrastruktur logistik, dan akses pembiayaan yang kompetitif. Selain itu, regulasi yang stabil dan perlindungan pasar domestik dari perdagangan ilegal serta impor ilegal menjadi elemen krusial untuk memastikan kelangsungan produksi dalam negeri.
Erwin menyoroti perluasan dan penyempurnaan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan alat nyata untuk mendorong investasi dalam industri komponen dan bahan baku lokal. Ia menekankan bahwa pendalaman struktur industri harus berjalan seiring dengan tetap menjaga daya tarik Indonesia bagi investor global, terutama di sektor yang berbasis teknologi tinggi.
Dalam konteks penciptaan lapangan kerja, dunia usaha menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap industri padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, makanan dan minuman. Sektor-sektor ini dinilai memiliki kapasitas besar dalam menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Di samping itu, Erwin menegaskan bahwa hilirisasi tidak boleh terbatas pada komoditas mineral, melainkan harus meluas ke produk akhir bernilai tambah tinggi dan berbasis inovasi.
Keberhasilan kebijakan industri, menurutnya, harus dinilai dari dampak nyata: pertumbuhan investasi, peningkatan utilisasi pabrik, ekspor produk bernilai tambah, dan terciptanya lapangan kerja berkualitas. Dunia usaha siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan agenda industrialisasi nasional dan meminta Menteri Perindustrian baru membuka ruang dialog terbuka dengan asosiasi serta pelaku industri guna mengidentifikasi hambatan di lapangan dan merancang solusi konkret secara cepat dan efektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Pemerintah menegaskan pengembangan data center harus berbasis pada kesiapan pasokan listrik dan air di lokasi, guna mencegah dampak lingkungan dan ketahanan energi nasional.
2 Oktober 2026

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen dengan menjajaki kolaborasi teknologi dari Amerika Serikat dan negara maju lainnya, sejalan dengan target swasembada energi dan efisiensi sistem listrik.
2 Oktober 2026

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan menunjuk pengganti kepala badan komunikasi pemerintah di Istana Negara, Jakarta.
2 Oktober 2026

Komnas Anak Dorong Sinergi dengan Kementerian Digital untuk Lindungi Anak di Dunia Maya
Komnas Perlindungan Anak akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital menyusul pelaporan YouTuber Bigmo atas dugaan eksploitasi anak dalam konten promosi vape.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

