Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Evaluasi Integrasi PGN dan Pertagas untuk Sinergi Energi Nasional

Danantara Indonesia tengah meninjau kemungkinan merger antara PGN dan Pertagas untuk memperkuat keterpaduan bisnis energi dari hulu hingga hilir secara efisien.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Danantara Evaluasi Integrasi PGN dan Pertagas untuk Sinergi Energi Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia kini memperdalam kajian terhadap potensi penggabungan antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menyelaraskan ekosistem energi nasional, khususnya pada lini pengelolaan midstream dan downstream migas. Dengan keberadaan PGN sebagai pemegang saham mayoritas di Pertagas, momentum integrasi dinilai memiliki dasar kuat untuk dilakukan secara menyeluruh.

Kepala BP BUMN dan sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa kajian ini tidak bertujuan mempercepat keputusan, melainkan memastikan setiap langkah korporasi didasarkan pada analisis mendalam. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi operasional antara dua entitas yang bergerak di sektor gas, agar dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem energi secara nasional.

Dalam paparannya usai Executive Breakfast Meeting dua tahun Danantara di Jakarta Selatan, Dony menyoroti bahwa konsolidasi antara PGN dan Pertagas dapat membuka ruang besar untuk integrasi teknis dan manajerial yang lebih terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa meskipun ada potensi penggabungan, keputusan final tidak akan diambil tanpa pertimbangan menyeluruh terhadap aspek hukum, teknis, dan ekonomi.

Proses kajian saat ini fokus pada peta jalan konsolidasi yang inklusif, termasuk aspek pengelolaan infrastruktur, distribusi, serta kapasitas produksi. Tujuan utamanya adalah menciptakan entitas energi gas yang lebih tangguh, responsif terhadap dinamika pasar, dan mampu mendukung target transformasi energi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya