Lima Bank Syariah Jumbo Siap Tumbuh hingga 2027
OJK menargetkan hadirnya lima bank syariah beraset jumbo pada 2027, dengan BSI sebagai contoh skala besar yang ingin dicapai oleh bank lain.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan perbankan syariah berkelas global dengan menetapkan target pembentukan lima bank syariah beraset besar hingga akhir 2027. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa ambisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan kedalaman pasar keuangan syariah di Tanah Air.
Salah satu pilar utama dalam pencapaian target tersebut adalah penguatan skala usaha bank syariah, terutama bagi institusi yang lahir dari proses pemisahan (spin-off) atau konversi dari bank konvensional. Dian menekankan bahwa bank syariah hasil spin-off yang memiliki kapasitas kecil akan diwajibkan melakukan konsolidasi atau merger dengan institusi lain agar mampu bersaing secara efisien.
Proses transformasi ini sedang berlangsung secara bertahap, dengan BSI menjadi rujukan utama sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Pada akhir tahun 2025, aset BSI mencapai Rp456 triliun, mengalami pertumbuhan 11,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dian menilai bahwa keberhasilan BSI menjadi model yang dapat ditiru oleh bank lain dalam skala dan efisiensi operasional.
OJK juga membuka berbagai skema pendekatan untuk mewujudkan tujuan tersebut, termasuk konversi penuh bank konvensional menjadi syariah dan pembentukan entitas baru melalui spin-off. Langkah-langkah ini dirancang agar ekosistem perbankan syariah tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga memiliki kapasitas keuangan dan jaringan yang mumpuni untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Pemerintah mempertimbangkan pembebasan PPN atas jasa outsourcing guna mendukung daya saing industri tekstil yang bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor.
2 Oktober 2026

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Pergantian menteri di kabinet Merah Putih menekankan pentingnya kelanjutan kebijakan ekonomi, kepastian regulasi, dan koordinasi antarinstansi bagi dunia usaha.
2 Oktober 2026

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
GOTO menegaskan fluktuasi harga saham disebabkan faktor teknis setelah tereliminasi dari indeks global, bukan kinerja bisnis, seiring perubahan aturan floor price dan rencana korporasi.
2 Oktober 2026

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Konsolidasi asuransi BUMN akan selesai akhir 2026 dengan penggabungan 15 perusahaan menjadi tiga entitas utama berbasis spesialisasi.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

