Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Konsolidasi asuransi BUMN akan selesai akhir 2026 dengan penggabungan 15 perusahaan menjadi tiga entitas utama berbasis spesialisasi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kegiatan penyederhanaan struktur perusahaan asuransi milik negara diproyeksikan tuntas pada akhir tahun ini. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan percepatan proses merger sebagai bagian dari program streamlining menyeluruh di sektor BUMN. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan pelat merah di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.
Dalam proses konsolidasi, 15 perusahaan asuransi BUMN akan digabungkan menjadi tiga entitas utama dengan fokus layanan yang berbeda. Tiga segmen yang dibentuk mencakup asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, serta asuransi kredit. Proses penggabungan ini akan melibatkan semua entitas, termasuk yang berbasis syariah, sehingga memastikan inklusivitas dan keseragaman regulasi.
Kepala BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa target penyelesaian merger ditetapkan pada akhir tahun 2026. Ia menilai, integrasi ini akan menciptakan entitas yang lebih kuat, memiliki kapasitas keuangan lebih baik, serta mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Konsolidasi juga diharapkan mampu mengurangi duplikasi dan biaya operasional yang selama ini menjadi tantangan.
Saat ini, sejumlah perusahaan asuransi BUMN yang tergabung dalam Indonesia Financial Group (IFG) Holding, termasuk Jasa Raharja, Jamkrindo, Askrindo, dan Jasindo, menjadi bagian dari proses integrasi. Di sisi lain, IFG Life, anak usaha khusus asuransi jiwa dan kesehatan, juga akan dimasukkan ke dalam struktur baru. Seluruh proses akan dilakukan secara terkoordinasi dan transparan, dengan pengawasan langsung dari BPI Danantara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Pemerintah mempertimbangkan pembebasan PPN atas jasa outsourcing guna mendukung daya saing industri tekstil yang bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor.
2 Oktober 2026

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Pergantian menteri di kabinet Merah Putih menekankan pentingnya kelanjutan kebijakan ekonomi, kepastian regulasi, dan koordinasi antarinstansi bagi dunia usaha.
2 Oktober 2026

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
GOTO menegaskan fluktuasi harga saham disebabkan faktor teknis setelah tereliminasi dari indeks global, bukan kinerja bisnis, seiring perubahan aturan floor price dan rencana korporasi.
2 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Rupiah menguat 0,40% pada penutupan Jumat (2/10/2026), berada di level Rp17.868/US$, didorong pelemahan dolar AS menyusul antisipasi rilis data tenaga kerja AS.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Kejagung Geledah Kasus Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.06 WITA

