Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari

Bank Indonesia resmi membuka fasilitas repo untuk surat berharga SMI, langsung menyerap Rp60 miliar dalam dua hari sejak peluncuran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia telah meluncurkan fasilitas repositori untuk surat berharga syariah yang diterbitkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dengan transaksi pertama mencapai Rp60 miliar hanya dalam waktu dua hari sejak pengumuman kebijakan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan pada 26 September 2026, menandai langkah strategis dalam memperkuat likuiditas di sektor infrastruktur.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa mekanisme repo ini memungkinkan lembaga perbankan untuk menggunakan surat utang SMI sebagai agunan guna mendapatkan dana segar dari bank sentral. Fasilitas ini diperkenalkan secara resmi pada 26 September, dan pada 28 September sudah terjadi transaksi senilai Rp60 miliar, menunjukkan respons cepat dari pasar.

PT SMI, yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan, memiliki peran kunci sebagai lembaga pembiayaan khusus untuk proyek infrastruktur dan konstruksi. Dengan adanya fasilitas repo, perbankan dapat lebih fleksibel dalam menyalurkan dana ke sektor yang membutuhkan, sekaligus memperkuat rantai pasok pembiayaan infrastruktur dan perumahan.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya diterapkan untuk PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), yang fokus pada pembiayaan perumahan sekunder. Hingga saat ini, nilai transaksi repo untuk surat utang SMF telah mencapai Rp1,25 triliun, dengan rata-rata volume harian naik hingga enam kali lipat menjadi Rp180 miliar per hari, mencerminkan efektivitas instrumen tersebut dalam menumbuhkan likuiditas pasar.

Dengan penerapan kebijakan serupa bagi SMI, Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung stabilitas dan efisiensi pasar keuangan, khususnya di sektor strategis yang berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya