Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Perkuat Keamanan Digital dengan Edukasi Kanal Resmi

BRI memperkuat kewaspadaan nasabah terhadap penipuan melalui edukasi pengenalan kanal komunikasi resmi dan larangan permintaan data sensitif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRI Perkuat Keamanan Digital dengan Edukasi Kanal Resmi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan perbankan, terutama dalam konteks transaksi digital yang semakin marak. Dalam era digital, pelaku kejahatan siber semakin kreatif dalam memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk menyusup dan memperoleh informasi pribadi nasabah. Direktur Operations BRI menekankan pentingnya identifikasi sumber komunikasi sebelum merespons, terutama yang menyamar sebagai pihak bank.

Untuk memastikan keamanan, BRI menegaskan bahwa satu-satunya kanal komunikasi resmi yang dapat dipercaya adalah BRI Contact dengan nomor 1500017. Nomor ini tidak dilengkapi kode tambahan seperti +62 atau tanda minus, serta tidak muncul sebagai nomor masking atau nama kontak di WhatsApp. Nasabah diminta waspada terhadap segala bentuk komunikasi yang mencurigakan, terutama yang meminta data sensitif seperti PIN, password, kode OTP, atau informasi kartu.

BRI menegaskan bahwa petugas resmi tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon, pesan, atau media sosial. Layanan dukungan dan informasi dapat diakses melalui kanal resmi seperti Sabrina di WhatsApp dengan nomor 0812 1214 017, fitur Pusat Bantuan dalam aplikasi BRImo, email [email protected], maupun situs web resmi www.bri.co.id. Selain itu, informasi produk dan layanan BRI juga tersedia di akun resmi media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan X dengan akun @bankbri_id, @BANKBRI_ID, @promo_BRI, dan @kontakBRI_ID.

Kolaborasi antara institusi dan nasabah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan andal. BRI menekankan bahwa setiap tindakan yang terkait dengan keamanan data harus dilakukan setelah verifikasi sumber. Kecepatan reaksi yang berlebihan terhadap pesan mencurigakan justru dapat membahayakan keamanan pribadi. Dengan kesadaran bersama dan dukungan sistem yang teruji, keamanan transaksi digital dapat terjaga secara optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya