Liburan Rutin Setiap Dua Bulan Dorong Pemulihan Mental
Studi menyarankan liburan singkat setiap dua bulan untuk menjaga kesejahteraan mental dan mencegah penumpukan stres akibat tekanan pekerjaan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemulihan mental dan fisik menjadi kunci dalam menjaga kinerja jangka panjang di lingkungan kerja yang menuntut. Sebuah analisis terhadap berbagai penelitian dalam jurnal medis menegaskan bahwa interupsi rutinitas pekerjaan secara teratur mampu mengurangi dampak negatif dari stres kronis. Dalam konteks ini, liburan bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari strategi pemulihan yang ilmiah.
Penelitian yang digunakan dalam editorial ini mengungkap bahwa beban kerja tinggi dapat menguras sumber daya psikologis dan fisik. Tanpa jeda, tekanan tersebut berisiko menimbulkan kelelahan mental, penurunan produktivitas, dan bahkan gangguan kesehatan mental. Teori pemulihan kerja, yang menekankan pentingnya periode istirahat setelah aktivitas berat, menjadi dasar utama dalam menyusun rekomendasi liburan sebagai alat penyeimbang.
Hasil meta-analisis yang menggabungkan data dari 22 penelitian menunjukkan penurunan tingkat kelelahan dan peningkatan kepuasan hidup setelah liburan. Sementara itu, analisis lain yang mencakup 54 studi mengungkap perbaikan pada indikator fisiologis seperti kadar kortisol, kualitas tidur, dan variabilitas detak jantung. Namun, manfaat ini tidak bertahan lama—puncak kesejahteraan tercapai sekitar hari kedelapan liburan, lalu menurun kembali setelah kembali bekerja, fenomena yang disebut *fade-out effect*.
Untuk mengatasi hal ini, penulis menyarankan liburan yang lebih sering namun berdurasi lebih singkat. Rekomendasi utama adalah menjadwalkan jeda setiap dua bulan, dengan durasi yang cukup untuk memberikan pemulihan tanpa menyebabkan kelelahan kembali saat kembali bekerja. Penting dicatat bahwa kualitas liburan jauh lebih menentukan daripada durasi. Melepaskan diri sepenuhnya dari tugas profesional, termasuk menghindari komunikasi kerja, merupakan syarat penting agar proses pemulihan berjalan efektif.
Aktivitas yang mendukung pemulihan, seperti berolahraga ringan, berinteraksi dengan alam, mengeksplorasi budaya lokal, atau menekuni hobi, juga disoroti sebagai faktor penunjang. Dengan memadukan frekuensi yang tepat dan kualitas istirahat yang baik, individu dapat menjaga kesehatan mental secara berkelanjutan sepanjang tahun.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ISF 2026 Tekankan Kolaborasi Global untuk Ekonomi Berkelanjutan
Forum keberlanjutan internasional 2026 di Jakarta akan fokus pada pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan sistemik dengan melibatkan lebih dari 200 narasumber global.
2 Oktober 2026

Program Asuransi BMN Perluas Cakupan ke 20+ Kementerian
Program asuransi barang milik negara melalui pooling fund bencana akan melibatkan lebih dari 20 kementerian mulai 2027, dengan fokus pada perlindungan aset strategis dari risiko bencana.
2 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026
Tahun 2026 menjadi titik penting dalam hubungan Indonesia-Jerman melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi dan percepatan kerja sama di sektor industri, energi hijau, serta pengembangan SDM.
2 Oktober 2026

Revitalisasi Sekolah di Bali Dorong Peningkatan Ekonomi dan Kualitas Pembelajaran
Program revitalisasi 401 sekolah di Bali pada 2025–2026 tidak hanya perbaiki infrastruktur, tapi juga tingkatkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kenyamanan belajar.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lelang Batik Karya Desainer Dorong Permodalan UMKM Perempuan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

MA Setujui Permohonan Pemakzulan Bupati Gowa
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Insentif SPPG Rp2.000 Harus Disertai Standar Mutu Ketat
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Anggota DPR Puji Kinerja Basarnas dalam Operasi SAR KM Virgo
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri, Mulai Era Baru Kepemimpinan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kejagung Tegaskan Nanik Deyang Tak Terlibat dalam Kasus MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Suara Hujan dan Ketenangan yang Dibentuk Otak
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.25 WITA

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.23 WITA

