Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

VinFast Perkuat Kemandirian Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

VinFast menargetkan kandungan lokal mencapai 80 persen pada 2030 melalui pabrik di Subang yang akan mendorong pertumbuhan ekosistem industri dalam negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
VinFast Perkuat Kemandirian Industri Kendaraan Listrik di Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - VinFast menetapkan ambisi strategis untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga mencapai 80 persen pada tahun 2030, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia. Target ini menjadi langkah krusial menyusul lonjakan signifikan dalam penjualan mobil listrik nasional, yang naik dari 10.327 unit pada 2022 menjadi lebih dari 103.000 unit pada 2025, menunjukkan potensi pasar yang terus berkembang. Dengan memperkuat keterlibatan industri lokal, perusahaan berharap mampu mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah dari produksi dalam negeri.

Pembangunan fasilitas manufaktur VinFast di Subang, Jawa Barat, menjadi fondasi utama pencapaian target tersebut. Dengan luas lahan mencapai 171 hektare, pabrik ini dirancang untuk memproduksi berbagai model seperti VF 3, VF 5, VF 6, VF 7, Limo Green, dan MPV 7. Tahap pertama investasi senilai US$300 juta telah dilakukan, dengan operasional pabrik dimulai pada Desember 2025. Kapasitas produksi awal ditargetkan sebesar 50 ribu unit per tahun, dengan rencana ekspansi hingga mencapai 350 ribu unit di masa depan.

Kehadiran pabrik di Subang tidak hanya fokus pada perakitan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kawasan pemasok atau supplier park. Langkah ini memungkinkan keterlibatan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lokal dalam rantai pasok, memperpendek waktu distribusi, dan menekan biaya logistik. Dengan semakin banyak komponen yang diproduksi dalam negeri, aktivitas ekonomi akan meluas ke sektor pendukung seperti transportasi, jasa keamanan, dan perawatan fasilitas, menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Peningkatan TKDN juga dibarengi dengan program pengembangan sumber daya manusia. VinFast telah menjalankan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk melatih tenaga kerja lokal, termasuk pelatihan teknis dan digital bagi teknisi, serta program pertukaran manajerial ke Vietnam. Dengan demikian, keterampilan tenaga kerja ikut berkembang sejalan dengan transformasi industri yang semakin mengandalkan teknologi baterai, otomasi, dan konektivitas. Saat pabrik beroperasi penuh, diperkirakan akan menyerap antara 5.000 hingga 15.000 pekerja secara langsung, ditambah sejumlah lapangan kerja tidak langsung di sepanjang rantai pasok.

Pencapaian target TKDN 80 persen bukan hanya soal angka, tetapi juga bagian dari upaya membangun industri kendaraan listrik yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan integrasi fasilitas produksi, pemasok lokal, dan tenaga kerja berkompetensi tinggi, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi kendaraan listrik yang berdaya saing global. Langkah ini selaras dengan arahan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok nasional dan mendorong transisi energi yang lebih hijau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya