Menyikat Gigi Setelah Makan? Tunggu 30 Menit Dulu
Menyikat gigi langsung setelah makan justru berisiko merusak enamel karena keasaman mulut masih tinggi, sebaiknya tunggu 30–60 menit agar air liur menetralkan asam dan memperbaiki lapisan gigi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Setelah mengonsumsi makanan atau minuman, terutama yang bersifat asam atau tinggi karbohidrat, kondisi mulut menjadi lebih asam. Pada titik ini, enamel gigi—lapisan keras terluar yang melindungi struktur gigi—berada dalam kondisi yang lebih lunak dan rentan terhadap kerusakan. Jika menyikat gigi secara langsung saat enamel dalam keadaan demineralisasi, gesekan dari bulu sikat bisa menyebabkan erosi bertahap, yang tidak dapat diperbaiki secara alami oleh tubuh.
Ahli kesehatan gigi menekankan pentingnya menunggu waktu tertentu sebelum menyikat gigi. Dalam praktik medis, waktu optimal yang disarankan adalah 30 hingga 60 menit setelah makan. Selama periode ini, air liur secara alami berfungsi menetralkan asam, mengencerkan residu makanan, dan membawa mineral seperti kalsium serta fosfat untuk proses remineralisasi enamel. Tanpa jeda ini, upaya pembersihan justru berbalik merugikan.
Sebagai alternatif aman untuk membersihkan mulut segera setelah makan, disarankan untuk berkumur dengan air putih bersuhu ruang atau hangat. Langkah ini membantu mengurangi kadar asam dan menghilangkan sisa makanan tanpa memberi tekanan mekanis pada gigi. Selain itu, penggunaan benang gigi tetap aman untuk mengangkat sisa makanan di sela-sela gigi, sedangkan mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol dapat merangsang produksi air liur lebih cepat.
Pemahaman tentang waktu optimal menyikat gigi menjadi kunci dalam menjaga kesehatan gigi jangka panjang. Tidak cukup hanya mengandalkan frekuensi sikat, tetapi juga harus memperhatikan kondisi lingkungan mulut saat melakukan perawatan. Dengan menunggu sejenak, proses alami tubuh untuk memperkuat enamel dapat berjalan optimal, mencegah sensitivitas, erosi, dan perubahan warna gigi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

8 Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Cegah Kenaikan Berat Badan
Delapan jenis makanan dan minuman tinggi gula, lemak, dan kalori berpotensi memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara rutin, sesuai data kesehatan global.
3 Oktober 2026

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Konsumsi berlebihan tepung olahan dan gorengan meningkatkan ancaman obesitas, diabetes, kanker, hingga gangguan mental, sesuai data kesehatan nasional.
2 Oktober 2026

Kopi Lebih dari Sekadar Melebarkan Mata
Minum kopi rutin berdampak pada mikrobioma usus, risiko demensia, motilitas usus, respons genetik, dan kandungan kimia kompleks yang melampaui kafein.
2 Oktober 2026

Museum Makanan Ekstrem Hadir di Hong Kong, Ajak Penikmat Berani Cicipi Keunikan Budaya
Pameran Disgusting Food Museum resmi dibuka di Hong Kong dengan lebih dari 80 makanan dari 35 negara, menawarkan pengalaman sensorik intens dan refleksi budaya melalui hidangan yang kerap dianggap menjijikkan.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA

Danantara Perkuat Transisi Energi dengan Proyek Etanol Bertahap
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.22 WITA

Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Ruffalo Serukan Perlawanan Melawan Akuisisi Media Raksasa
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Skydance Resmi Jadi Identitas Baru Gabungan Paramount dan WBD
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Belgia dan Polandia Sabet Kemenangan Telak di Laga UEFA Nations League
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Veda Ega Siapkan Modal Positif di Sirkuit Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

