AI Bisa Hancurkan Manusia, Pakar Beri Peringatan Keras
Sejumlah mantan dan karyawan perusahaan AI memperingatkan risiko kepunahan manusia akibat kemajuan teknologi yang tak terkendali dalam dekade ini.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.38 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah ahli dan mantan staf di perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap masa depan umat manusia, menyebut bahwa kemajuan teknologi AI bisa berujung pada kepunahan spesies manusia jika tidak dikendalikan dengan ketat. Pernyataan ini datang dari Jacob Coxon, mantan peneliti di Anthropic dan OpenAI, yang menyatakan mundur dari industri karena merasa riset AI sedang mengorbankan keberlangsungan hidup manusia demi kecepatan inovasi. Ia menekankan bahwa para pengembang AI sebenarnya sadar akan potensi bahaya yang bisa muncul dalam waktu dekat.
Dalam unggahan di platform sosial, Coxon menyatakan bahwa sistem AI berpotensi melampaui kapasitas manusia dalam meretas sistem, mengendalikan sumber daya, dan merevolusi berbagai bidang secara instan. Ia menegaskan bahwa teknologi ini tidak boleh dianggap sepele, terlebih ketika muncul ancaman dari kemampuan self-improvement rekursif—di mana AI mampu mengembangkan dirinya sendiri tanpa campur tangan manusia. Skenario ini, meski belum terjadi, telah menjadi fokus kekhawatiran utama di kalangan ilmuwan dan insinyur yang memahami kompleksitas teknologi tersebut.
Evan Hubinger, pemimpin tim penyelarasan di Anthropic, mengonfirmasi kekhawatiran tersebut dengan menyatakan bahwa kemungkinan AI menyebabkan kepunahan manusia dinilai lebih dari 10 persen dalam sepuluh tahun ke depan. Ia mengakui bahwa meskipun perusahaan telah berupaya keras, belum ada rencana konkret untuk menangani risiko superintelligence, dan progres dalam pengendalian teknologi ini belum mencapai titik yang memadai. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada kemampuan teknis, melainkan pada kemampuan manusia untuk tetap menjaga kendali atas sistem yang makin mandiri.
Peringatan serupa telah muncul sejak 2023, ketika sejumlah eksekutif dan peneliti top dunia AI, termasuk Sam Altman dan Dario Amodei, menandatangani pernyataan bersama yang menyerukan prioritas global dalam mengatasi risiko kepunahan akibat AI, sejalan dengan ancaman pandemi dan perang nuklir. Di kalangan akademisi, istilah *p(doom)* kini menjadi alat ukur untuk mengukur probabilitas terjadinya skenario kritis akibat kemajuan AI yang tidak terkendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Fitur berbagi lokasi di Google Maps memungkinkan pengguna memantau posisi orang lain secara real-time tanpa batas waktu, sekaligus menampilkan perkiraan kedatangan dan kondisi baterai perangkat.
11 September 2026

InterSystems Fokus Bangun Fondasi Digital Kesehatan di Era AI
Forum Asia READY 2026 di Bangkok menekankan pentingnya interoperabilitas dan data terpercaya sebagai dasar penerapan AI dalam layanan kesehatan yang efisien dan terintegrasi.
11 September 2026

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Tawarkan Performa dan Kecerdasan Buatan Terkini
Apple meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max dengan peningkatan kamera, baterai, dan dukungan kecerdasan buatan di berbagai pasar global mulai 18 September 2026.
11 September 2026

Xiaomi Pad 9 Pro Max Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Premium
Tablet flagship terbaru dari Xiaomi dilengkapi layar 13,3 inci, baterai 12.000 mAh, dan pengisian cepat 120W untuk menunjang produktivitas dan hiburan.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


