Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Akhlaqi Resmi Jabat Menteri Pertahanan Iran

Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi sebagai menteri pertahanan baru dengan dukungan mayoritas, menyusul gugurnya pejabat sebelumnya dalam serangan AS-Israel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Akhlaqi Resmi Jabat Menteri Pertahanan Iran📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Parlemen Republik Islam Iran secara resmi mengesahkan Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menteri pertahanan negara dalam sidang virtual yang digelar pada hari Minggu. Dalam proses pemungutan suara, Akhlaqi meraih dukungan 237 anggota parlemen, dengan 15 menolak dan tidak ada yang abstain dari total 277 suara yang hadir. Keputusan ini menandai kelanjutan kepemimpinan di kementerian yang kini menghadapi tekanan strategis akibat eskalasi regional.

Akhlaqi menggantikan Aziz Nasirzadeh, yang gugur dalam serangan awal oleh koalisi AS-Israel pada 28 Februari. Sebelumnya, jabatan itu diisi sementara oleh Majid Ebn al-Reza. Dalam pernyataan pertamanya setelah disahkan, Akhlaqi menegaskan bahwa Iran telah mempersiapkan langkah antisipatif terhadap ancaman penggunaan bom MOAB, atau yang dikenal sebagai “Mother of All Bombs”, oleh Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa persiapan militer negara telah memadai untuk menanggulangi ancaman tersebut.

Ia juga mengingatkan Presiden AS Donald Trump akan konsekuensi logistik dan manusia jika bom tersebut digunakan, dengan implikasi serius terhadap keselamatan pasukan Amerika di wilayah konflik. “Jika dia menjatuhkan satu bom, dia harus mempertimbangkan berapa banyak pasukan yang harus ditarik dalam posisi horizontal,” ujarnya, yang secara implisit menyoroti risiko tinggi bagi militer AS. Menurut Akhlaqi, kesiapan Iran menjadi salah satu alasan utama Washington belum mengambil tindakan ekstrem.

Dalam pidato sebelum pemungutan suara, Akhlaqi menekankan bahwa respons Iran terhadap serangan lanjutan dari AS dan Israel akan bersifat “mengejutkan dan luas”, menyerukan tanggung jawab penuh atas dampak regional dan global. Ia menegaskan komitmen untuk memperkuat front perlawanan dan memperluas kapasitas produksi pertahanan di seluruh jaringan industri nasional. Prioritasnya mencakup peningkatan riset, modernisasi struktur kementerian, serta kesiapan strategis menghadapi ancaman masa kini.

Akhlaqi, yang telah lama berkarier di Kementerian Pertahanan, sebelumnya memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran dan pernah dikucilkan oleh AS karena keterlibatan dalam program rudal negara. Ia mengakui telah berada dalam “daftar pembunuhan” musuh-musuhnya selama 35 tahun, tetapi menegaskan tekad untuk terus memperkokoh kekuatan pertahanan nasional sebagai bagian dari strategi ketahanan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya