Aksi Kekerasan dan Penjarahan Mewarnai Gelombang Protes di Prancis
Gelombang protes yang melanda Prancis akibat kenaikan biaya hidup berujung pada kerusuhan, penjarahan toko, dan kebakaran di sejumlah kota utama.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.32 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 61x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gelombang protes yang bermula dari keluhan pelajar soal kondisi fasilitas sekolah kini meluas menjadi demonstrasi nasional dengan eskalasi kekerasan di berbagai kota besar Prancis. Di tengah demonstrasi besar-besaran, muncul aksi penjarahan yang melanda toko-toko di kawasan strategis, termasuk pusat perbelanjaan dan area pusat kota. Pelaku, sebagian besar adalah kelompok muda, memasuki toko secara paksa dan mengambil barang secara liar, mulai dari produk perawatan kulit hingga peralatan elektronik.
Di kawasan Place de la Republique, sebuah toko perawatan kulit menjadi sasaran amukan massa. Produk-produk di dalam toko dibuang ke luar dan dibawa kabur oleh kerumunan. Toko handphone dan pusat perbelanjaan lainnya juga tak luput dari serangan. Di beberapa titik, para demonstran mengambil minuman beralkohol dari supermarket dan melemparkannya ke arah petugas keamanan yang berjaga, menimbulkan ketegangan tinggi.
Kerusuhan semakin memburuk dengan terjadinya kebakaran di sejumlah lokasi. Salah satunya adalah bar bernama La Barrique yang hangus terbakar. Mobil dan sepeda yang terparkir di dekat lokasi kejadian juga dibakar, menciptakan suasana kacau di kawasan kota. Fenomena serupa terjadi di Marseille, Lille, dan Nice, di mana ratusan toko — mulai dari toko mewah hingga warung roti — mengalami kerusakan dan pencurian massal. Toko elektronik, toko olahraga, hingga dealer sepeda motor menjadi sasaran utama amukan massa.
Akar dari krisis sosial ini berasal dari ketidakpuasan terhadap tingginya biaya hidup, kenaikan harga bahan bakar, serta kualitas layanan publik yang dinilai menurun. Aksi kekerasan yang dilakukan terhadap para pelajar saat berunjuk rasa turut memperparah tensi. Kebijakan penanganan demonstrasi yang dianggap tegas dan tidak proporsional memicu kemarahan publik yang semakin meluas. Kini, gelombang protes tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, melainkan melibatkan berbagai lapisan masyarakat yang menuntut perubahan sistemik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

