Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Alternatif Masker Darurat Saat Ketersediaan N95 Menipis

Dalam kondisi langka, masyarakat diimbau memanfaatkan alternatif penutup wajah sementara saat abu vulkanik mengancam kesehatan pernapasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.48 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 15x dibuka
Alternatif Masker Darurat Saat Ketersediaan N95 Menipis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketika abu vulkanik menyebar di udara, paparan partikel halus seperti silika dan mineral berbahaya bagi sistem pernapasan. Masker N95 atau KN95 tetap menjadi pilihan utama karena mampu menyaring hingga 95 persen partikel berukuran mikro. Namun, dalam situasi darurat seperti erupsi gunung berapi, ketersediaan masker khusus ini kerap menipis, menyebabkan kelangkaan di toko-toko dan apotek di wilayah terdampak.

Di beberapa daerah, seperti Bekasi, stok masker medis tiga lapis bahkan sudah habis terjual. Salah satu penjaga apotek mengungkapkan bahwa seluruh varian masker telah diborong masyarakat, hanya tersisa dua kotak masker sekali pakai dengan harga Rp21 ribu per kotak. Kondisi serupa terjadi di sejumlah lokasi lain, memaksa warga mencari solusi alternatif untuk melindungi diri dari abu vulkanik.

Dalam situasi tersebut, beberapa alternatif penutup wajah bisa digunakan secara sementara. Penggunaan kain seperti bandana, kaus bekas, atau handuk basah dianggap cukup efektif sebagai langkah darurat, terutama jika tidak ada pilihan lain. Meskipun tidak seefektif masker khusus, metode ini dapat mengurangi paparan langsung partikel berbahaya. Beberapa lembaga teknis, termasuk Phivolcs, merekomendasikan kain basah sebagai tindakan pelindung sementara.

Penggunaan masker kain dua lapis atau menempatkan tisu di antara dua lapis kain juga bisa menjadi pilihan, meski efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah. Masker fashion atau jenis hard-cup umumnya tidak direkomendasikan karena tidak dirancang untuk menyaring partikel halus. Dalam jangka panjang, penggunaan masker N95 atau KN95 tetap menjadi prioritas, selama kondisi memungkinkan, demi perlindungan optimal terhadap saluran pernapasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya