Alternatif Masker Darurat Saat Ketersediaan N95 Menipis
Dalam kondisi langka, masyarakat diimbau memanfaatkan alternatif penutup wajah sementara saat abu vulkanik mengancam kesehatan pernapasan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.48 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 15x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketika abu vulkanik menyebar di udara, paparan partikel halus seperti silika dan mineral berbahaya bagi sistem pernapasan. Masker N95 atau KN95 tetap menjadi pilihan utama karena mampu menyaring hingga 95 persen partikel berukuran mikro. Namun, dalam situasi darurat seperti erupsi gunung berapi, ketersediaan masker khusus ini kerap menipis, menyebabkan kelangkaan di toko-toko dan apotek di wilayah terdampak.
Di beberapa daerah, seperti Bekasi, stok masker medis tiga lapis bahkan sudah habis terjual. Salah satu penjaga apotek mengungkapkan bahwa seluruh varian masker telah diborong masyarakat, hanya tersisa dua kotak masker sekali pakai dengan harga Rp21 ribu per kotak. Kondisi serupa terjadi di sejumlah lokasi lain, memaksa warga mencari solusi alternatif untuk melindungi diri dari abu vulkanik.
Dalam situasi tersebut, beberapa alternatif penutup wajah bisa digunakan secara sementara. Penggunaan kain seperti bandana, kaus bekas, atau handuk basah dianggap cukup efektif sebagai langkah darurat, terutama jika tidak ada pilihan lain. Meskipun tidak seefektif masker khusus, metode ini dapat mengurangi paparan langsung partikel berbahaya. Beberapa lembaga teknis, termasuk Phivolcs, merekomendasikan kain basah sebagai tindakan pelindung sementara.
Penggunaan masker kain dua lapis atau menempatkan tisu di antara dua lapis kain juga bisa menjadi pilihan, meski efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah. Masker fashion atau jenis hard-cup umumnya tidak direkomendasikan karena tidak dirancang untuk menyaring partikel halus. Dalam jangka panjang, penggunaan masker N95 atau KN95 tetap menjadi prioritas, selama kondisi memungkinkan, demi perlindungan optimal terhadap saluran pernapasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


