Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggota DPR Minta Maaf Usai Video Call Saat Rapat

Anggota DPR Gerindra Moreno Soeprapto meminta maaf setelah video call dengan anaknya viral, menjelaskan kejadian terjadi saat anak pulang dari rumah sakit dan meminta kontak langsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.08 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Anggota DPR Minta Maaf Usai Video Call Saat Rapat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden video call yang terjadi saat rapat komisi. Video yang tersebar di media sosial menunjukkan dirinya sedang berada dalam rapat namun terlibat percakapan dengan anaknya, yang kemudian memicu kritik publik. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada 15 September 2026, saat anaknya baru selesai menjalani perawatan medis dan dalam masa pemulihan.

Istri Moreno, Noorani Sukardi, turut membuka suara melalui akun media sosial pribadi. Ia menyampaikan bahwa anak mereka, Nuha, merasa kesepian karena sang ayah sering tidak bisa hadir secara fisik akibat tugas pekerjaan. Anak tersebut meminta untuk melakukan video call singkat, hanya beberapa detik, agar bisa melihat wajah ayahnya yang sedang bekerja. Noorani mengakui bahwa keputusan menelepon saat rapat bukanlah tindakan yang tepat, namun dilatarbelakangi kebutuhan emosional anak.

Moreno menegaskan bahwa saat menerima telepon, ia langsung menjelaskan kondisi rapat dan berjanji akan menghubungi anak setelah selesai. Ia mengaku hanya berusaha menghibur anak dengan ekspresi wajah lucu, termasuk menjulurkan lidah, sebagai bentuk candaan ringan. Menurutnya, tindakan tersebut bukan bermaksud merendahkan atau menganggap sepele proses rapat. Ia menekankan bahwa tidak ada niat untuk mengganggu jalannya rapat yang dianggap sakral dan terhormat.

Dalam pernyataan bersama, Moreno dan istrinya meminta maaf kepada publik, terutama kepada rekan-rekan anggota dewan dan masyarakat yang merasa terganggu. Mereka berharap dapat menjadi orang tua yang lebih baik, pekerja yang lebih profesional, dan anggota dewan yang lebih menjaga etika. Permohonan maaf ini juga disampaikan sebagai bentuk refleksi atas keseimbangan antara tanggung jawab publik dan peran keluarga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya