Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Setujui Penjualan F-35 ke Arab Saudi, Israel Kecam

Amerika Serikat menyetujui rencana penjualan jet tempur siluman F-35 senilai US$24,3 miliar ke Arab Saudi, memicu protes dari Israel yang khawatir keseimbangan militer Timur Tengah terganggu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Setujui Penjualan F-35 ke Arab Saudi, Israel Kecam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan persetujuan atas potensi penjualan jet tempur generasi kelima F-35 ke Arab Saudi, dengan nilai kesepakatan mencapai 24,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp432,8 triliun berdasarkan kurs 17.812 per dolar. Dalam rancangan transaksi, Riyadh mengajukan permintaan 48 unit F-35 dalam varian lepas landas dan mendarat konvensional, serta 49 mesin penggerak F135-PW-100 buatan Pratt & Whitney. Proses ini masih harus melalui persetujuan Kongres AS, meski prospeknya terbuka mengingat kebijakan luar negeri yang kembali mengedepankan kerja sama militer dengan negara-negara Teluk.

Persetujuan ini muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat, terutama setelah serangan drone dan rudal dari kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas minyak dan pangkalan militer Arab Saudi. Konflik yang kembali memanas sejak Juli 2026 telah mengganggu operasi produksi minyak dan menimbulkan kekhawatiran atas stabilitas jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb. Kekuatan Iran yang semakin kuat di kawasan dinilai dapat memicu lonjakan harga minyak global, terutama menjelang pemilu sela AS pada November 2026.

Israel menanggapi keputusan AS dengan kekhawatiran mendalam, menyebut penjualan F-35 ke Riyadh sebagai ancaman terhadap keunggulan militer kualitatif yang selama ini dipertahankan Israel. Pada November 2025, seorang pejabat keamanan Israel menyatakan bahwa pengadaan jet siluman oleh Arab Saudi akan berdampak negatif bagi keamanan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga sebelumnya menolak keras penjualan F-35 ke Turki, menekankan bahwa langkah itu berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah secara signifikan.

Pihak AS menegaskan bahwa rencana penjualan tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan, menurut pernyataan resmi dari Departemen Luar Negeri. Meski demikian, keputusan ini menjadi bagian dari strategi pertahanan yang lebih luas, termasuk paket senjata senilai hampir US$142 miliar yang disetujui pada 2025—disebut sebagai kerja sama pertahanan terbesar dalam sejarah AS. Penjualan F-35 ke Arab Saudi akan menjadikan kerajaan itu sebagai negara kedua di Timur Tengah yang mengoperasikan jet siluman, setelah Israel.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya