Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perluas Ekspor Otomotif Lewat 25 Perjanjian Dagang Global

Pemerintah memanfaatkan 25 perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas akses pasar produk otomotif nasional ke lebih dari 100 negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Perluas Ekspor Otomotif Lewat 25 Perjanjian Dagang Global📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat posisi industri otomotif nasional dengan memanfaatkan 25 perjanjian perdagangan internasional, termasuk Free Trade Agreement (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar produk dalam negeri, khususnya kendaraan roda empat dan komponennya, di pasar global. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri berbasis teknologi dan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi.

Dalam perjalanannya, pemerintah telah menyelesaikan proses ratifikasi sejumlah perjanjian untuk mempercepat implementasi. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang dijadwalkan mulai diratifikasi pada November 2026 dan diterapkan secara penuh pada Januari 2027. Perjanjian ini diharapkan menjadi penopang utama dalam membuka peluang ekspor ke pasar Eropa, yang merupakan pasar strategis bagi produk otomotif Indonesia.

Penguatan akses pasar ini dilakukan di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2027 yang diperkirakan berada pada kisaran 3,2 hingga 3,3 persen. Dengan posisi strategis sebagai pusat produksi otomotif di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi basis ekspor bagi lebih dari 100 negara di dunia. Hal ini menunjukkan kenaikan signifikan dalam kapasitas ekspor industri yang didukung oleh kualitas produksi dan efisiensi rantai pasok.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa keberhasilan industri otomotif bukan hanya ditentukan oleh akses pasar, tetapi juga oleh penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterpaduan ekosistem produksi. Kunjungan bisnis ke Nagoya, Jepang, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional dan kesiapan infrastruktur produksi menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai nilai global otomotif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya