Indonesia Perluas Ekspor Otomotif Lewat 25 Perjanjian Dagang Global
Pemerintah memanfaatkan 25 perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas akses pasar produk otomotif nasional ke lebih dari 100 negara.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat posisi industri otomotif nasional dengan memanfaatkan 25 perjanjian perdagangan internasional, termasuk Free Trade Agreement (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar produk dalam negeri, khususnya kendaraan roda empat dan komponennya, di pasar global. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri berbasis teknologi dan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi.
Dalam perjalanannya, pemerintah telah menyelesaikan proses ratifikasi sejumlah perjanjian untuk mempercepat implementasi. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang dijadwalkan mulai diratifikasi pada November 2026 dan diterapkan secara penuh pada Januari 2027. Perjanjian ini diharapkan menjadi penopang utama dalam membuka peluang ekspor ke pasar Eropa, yang merupakan pasar strategis bagi produk otomotif Indonesia.
Penguatan akses pasar ini dilakukan di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2027 yang diperkirakan berada pada kisaran 3,2 hingga 3,3 persen. Dengan posisi strategis sebagai pusat produksi otomotif di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi basis ekspor bagi lebih dari 100 negara di dunia. Hal ini menunjukkan kenaikan signifikan dalam kapasitas ekspor industri yang didukung oleh kualitas produksi dan efisiensi rantai pasok.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa keberhasilan industri otomotif bukan hanya ditentukan oleh akses pasar, tetapi juga oleh penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterpaduan ekosistem produksi. Kunjungan bisnis ke Nagoya, Jepang, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional dan kesiapan infrastruktur produksi menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai nilai global otomotif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Delegasi Bisnis China Dipertimbangkan Hadiri Kunjungan Xi ke AS
Presiden China Xi Jinping kemungkinan bawa sejumlah eksekutif perusahaan China yang masuk daftar hitam AS, termasuk BYD dan CATL, dalam kunjungan ke Washington, menyusul pembicaraan akhir pekan ini antara pejabat keuangan kedua negara.
20 September 2026

13 Tanda Rem Mobil Bermasalah, Wajib Diperiksa Segera
Pengemudi harus waspada terhadap 13 gejala umum kerusakan rem agar tidak terjadi kecelakaan akibat gagal pengereman.
19 September 2026

Lima Langkah Tepat Parkir di Ruang Terbatas
Mengemudi di area sempit membutuhkan ketelitian dan teknik khusus, dengan dukungan fitur modern sebagai penunjang utama.
19 September 2026

Green SM Bike Resmi Beroperasi di Jakarta dengan Skema Sewa Rp39 Ribu/Hari
Green SM Bike meluncurkan layanan ojek online listrik di Jakarta dengan opsi sewa harian mulai Rp39 ribu untuk kepemilikan bertahap.
19 September 2026
Berita Lainnya

AS Setujui Penjualan F-35 ke Arab Saudi, Israel Kecam
Minggu, 20 September 2026, 23.14 WITA

Kartu Pers Wartawan CNN, MS NOW, dan Politico Dicabut di Gedung Putih
Minggu, 20 September 2026, 23.14 WITA
Ratusan Ribu Siswa Gaza Hadapi Tahun Ajaran Baru di Tengah Runtuhnya Infrastruktur Pendidikan
Minggu, 20 September 2026, 23.13 WITA

Polisi Johor Gagalkan Sindikat Narkoba, Tangkap WNI 18 Tahun dengan 25 Kg Barbuk
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Pramono Sosialisasikan Potensi Jakarta di Forum Kota Global
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Gugatan PHPU Gibran soal Syarat Pendidikan Dihadapi dengan Siap
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Sidang Koridor Hukum, Roy Suryo dan Dokter Tifa Seharusnya Bebas
Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA

Nissan Siap Luncurkan Skyline Generasi ke-14 Tahun 2026
Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA

