Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Empat Korban Penembakan KKB Dinyatakan Warga Sipil oleh Pangdam

Pangdam Cenderawasih menegaskan keempat korban penembukan oleh KKB bukan anggota TNI atau intelijen, melainkan warga sipil termasuk ASN dan sopir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Empat Korban Penembakan KKB Dinyatakan Warga Sipil oleh Pangdam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, secara tegas menyatakan bahwa empat korban penembukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Jayawijaya bukan berasal dari unsur militer atau intelijen TNI. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi isu yang beredar luas di media sosial yang menyebut para korban sebagai anggota intel. Febriel menegaskan bahwa seluruh korban adalah warga sipil yang tidak terlibat dalam operasi militer.

Dari empat korban, tiga di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Satu korban lainnya, Aris Sanda, berprofesi sebagai sopir truk yang sedang melakukan perjalanan rutin. Febriel menekankan bahwa tidak satupun dari mereka memiliki keterkaitan dengan dinas intelijen atau operasi militer. Pernyataan ini ditegaskan langsung dari Jayapura pada hari Minggu, 20 September, sebagai upaya klarifikasi atas informasi yang menyesatkan.

Kegiatan penembukan yang menimpa warga sipil di wilayah Papua Pegunungan ini mendapat perhatian serius dari TNI. Pangdam menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi pemicu peningkatan kesiapan operasional, baik dari segi personel maupun peralatan militer, guna mencegah aksi serupa di masa depan. TNI-Polri tetap berkomitmen mengejar pelaku dan memastikan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

Untuk menangani dinamika keamanan di Jayawijaya, Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Robby Suryadi, telah tiba di Wamena guna berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Meski tidak merinci detail operasional, Febriel menegaskan bahwa TNI akan bertindak sesuai standar prosedur yang berlaku. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung upaya penegakan hukum dan pemulihan stabilitas di wilayah tersebut.

Kegiatan penembukan terhadap warga sipil di berbagai titik di Papua Pegunungan, menurut Febriel, semakin memperkuat tekad TNI-Polri untuk memperkecil kekuatan KKB secara sistematis. Langkah yang diambil akan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur, dengan harapan mendapat dukungan luas dari masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya