Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ABF 2025 Perkuat Sinergi Pemerintah dan Industri untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Forum bisnis tahunan menjadi wadah strategis memperkuat kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan ekonom dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan target investasi Rp13.000 triliun dalam lima tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
ABF 2025 Perkuat Sinergi Pemerintah dan Industri untuk Pertumbuhan Berkelanjutan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Antara Business Forum (ABF) 2025 yang digelar di Jakarta pada 19 November menjadi ajang penting bagi berbagai pemangku kepentingan ekonomi untuk menyelaraskan visi dan strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Forum yang telah mencapai penyelenggaraan keempat sejak pertama kali dilaksanakan di Semarang pada 2022 ini mengusung tema “Outlook 2026: Driving Indonesia’s Sustainable Growth”, menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi nasional.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci dari sektor pemerintahan, dunia usaha, dan akademisi menjadi ciri khas acara, termasuk Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf, serta para ekonom ternama seperti Priyanshu dari Bloomberg, Teuku Riefky dari LPEM FEB UI, dan Josua Pardede dari Bank Permata. Mereka membahas isu-isu krusial seperti kebutuhan investasi besar, hilirisasi sumber daya alam, transformasi BUMN, serta peningkatan kualitas SDM.

Todotua Pasaribu menegaskan bahwa forum seperti ABF 2025 berperan penting dalam menyatukan keberpihakan berbagai pihak menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut membutuhkan komitmen bersama dan alokasi dana besar, yakni sekitar Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, Aminuddin Ma'ruf menyoroti tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tujuan nasional dan kinerja operasional BUMN, menyebut bahwa 70–80 persen dividen BUMN saat ini masih berasal dari hanya tujuh hingga delapan perusahaan.

CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir mengidentifikasi delapan sektor strategis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain mineral, energi baru terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, jasa keuangan, infrastruktur dan utilitas, kawasan industri, serta pangan dan pertanian. Forum ini juga mendapat dukungan dari sejumlah institusi strategis seperti PLN, MIND ID, PT ANTAM Tbk, dan Bank BJB.

ABF 2026 telah dipersiapkan dengan tema “The Synergy Horizon: Positioning Indonesia for the Next Decade”, yang akan membawa pembahasan ke ranah jangka panjang. Forum ini diharapkan menjadi wadah permanen untuk pertukaran ide, memperkuat sinergi lintas sektor, dan menyiapkan fondasi strategis bagi Indonesia dalam menghadapi era transformasi ekonomi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya