Anggota DPRD Konsel Soroti Proyek Jalan Usaha Tani yang Diduga Menyimpang
Anggota DPRD Konsel menyoroti konflik penggunaan jalan usaha tani di Watumbohoti yang diduga digunakan sebagai jalur tambang, menuntut transparansi dan peninjauan ulang proyek.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibukaKendari, ıNarasikita - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Konawe Selatan menyoroti penggunaan jalan usaha tani di Desa Watumbohoti yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas tambang. Mereka menyatakan kekhawatiran terhadap pelanggaran fungsi jalan yang seharusnya menunjang sektor pertanian, bukan kegiatan ekstraktif. Kritik ini disampaikan dalam rapat kerja bersama instansi terkait, menekankan pentingnya pemeriksaan ulang terhadap izin penggunaan lahan dan konstruksi jalan.
Dalam paparannya, anggota dewan menegaskan bahwa jalan usaha tani yang dibangun dengan dana APBD harus berfungsi secara maksimal bagi petani lokal. Namun, pengamatan lapangan menunjukkan jalan tersebut justru menjadi akses utama untuk truk tambang, menyebabkan kerusakan struktural dan mengganggu mobilitas petani. Pemerintah desa dan perusahaan yang terlibat diminta memberikan penjelasan terkait izin penggunaan jalan dan mekanisme pengawasannya.
Pihak PT GAP dan Pemerintah Desa Watumbohoti belum memberikan respons resmi terhadap tudingan tersebut, meski telah diminta untuk menjelaskan secara transparan. Anggota DPRD menekankan bahwa keberadaan jalan harus didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat, bukan kepentingan komersial semata. Mereka juga meminta audit independen terhadap proyek tersebut untuk menilai kesesuaian dan dampak lingkungan.
Kritik ini muncul sebagai bentuk pengawasan demokratis terhadap penggunaan anggaran publik dan perlindungan terhadap hak-hak petani. Tujuannya adalah memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun tetap sesuai dengan peruntukannya, serta mencegah penyalahgunaan kewenangan dan kerusakan ekosistem. Pemda diminta segera melakukan peninjauan ulang agar tidak terjadi konflik kepentingan di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Sekda Kolaka Utara Luluskan Disertasi, Raih Gelar Doktor
Sekretaris Daerah Kolaka Utara berhasil menyelesaikan disertasi dan resmi meraih gelar doktor dalam bidang manajemen publik.
24 Oktober 2026
Polres Buton Utara Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penyalahgunaan Pertalite
Penyidik Polres Buton Utara menetapkan satu tersangka terkait dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak jenis pertalite melalui modifikasi tangki mobil pikap.
24 Oktober 2026

Kapolres Pantau Pengamanan Pilkades Tinanggea Secara Langsung
Kapolres Konawe Selatan turun langsung memantau kesiapan pengamanan Pilkades di Tinanggea, memastikan pelaksanaan berjalan aman, kondusif, dan profesional.
24 Oktober 2026

Webinar Nasional Fokus Dukung Kesehatan Mental di Tengah Tantangan Hidup
Webinar nasional dengan tema "Strategi Mengelola Diri Ketika Hidup Tidak Baik-Baik Saja" dihadiri narasumber utama dari Universitas Negeri Malang, menghadirkan metode praktis untuk menjaga kesehatan mental secara mandiri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

