APEX Konversi Utang Rp70,87 Miliar Jadi Saham Baru
PT Apexindo Pratama Duta Tbk. siap konversi utang sebesar USD4,1 juta menjadi saham baru melalui PMTHMETD, dengan nilai tukar Rp17.250 per dolar.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perseroan PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX) mengumumkan rencana penerbitan saham baru sebanyak 218.090.317 lembar melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Saham yang diterbitkan merupakan saham biasa seri B dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan masing-masing Rp325 per saham, mencakup 5,79% dari total modal perseroan. Nilai keseluruhan transaksi ini setara dengan Rp70,87 miliar berdasarkan kurs tukar Rp17.250 per dolar AS, yang disepakati sebagai dasar konversi utang.
Utang yang dikonversi hanya mencakup pokok pinjaman, tanpa melibatkan bunga atau denda, sehingga sesuai dengan ketentuan Pasal 35 Undang-Undang Perseroan Terbatas. Rencana ini merupakan bagian dari kesepakatan penataan kewajiban dengan kreditor sindikasi luar negeri, yang menilai bahwa arus kas perusahaan pada tahun 2026 belum cukup untuk melunasi seluruh kewajiban. Dengan demikian, dibutuhkan solusi kolektif melalui penyesuaian jangka waktu, penyelesaian sebagian kewajiban, dan konversi sebagian utang menjadi ekuitas.
Kesepakatan telah direalisasikan melalui dokumen 2026 Amendment and Restatement Deed yang ditandatangani oleh APEX bersama The Bank of New York Mellon cabang Singapura (Agent), cabang Hong Kong (Offshore Security Agent), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Onshore Security Agent), serta HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited. Dalam kesepakatan tersebut, APEX akan menerbitkan saham baru kepada kreditor luar negeri paling lambat 31 Oktober 2026 sebagai pembayaran atas kewajiban sebesar USD4,108.948.
Nilai tukar Rp17.250 per dolar AS dipilih melalui negosiasi bersama pihak-pihak terkait, meskipun pada tanggal kesepakatan—31 Juli 2026—kurs tengah Bank Indonesia berada di level Rp18.078. Penggunaan kurs yang lebih rendah menghasilkan nilai utang dalam rupiah yang lebih rendah, sehingga kreditor menerima jumlah saham yang lebih sedikit dibandingkan jika kurs resmi digunakan. Langkah ini dianggap tidak merugikan pemegang saham publik karena tidak memperbesar beban modal.
Dengan penataan kewajiban ini, struktur permodalan APEX diperkuat, serta posisi keuangan perusahaan menjadi lebih stabil. Hal ini membuka ruang lebih besar bagi fleksibilitas manajemen arus kas dan pengelolaan kewajiban ke depan. Untuk menuntaskan proses, perseroan akan mengajukan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima PO Bus Paling Banyak Melanggar, Ini Jenis Pelanggarannya
Lima perusahaan otobus tercatat melakukan pelanggaran terbanyak dalam pengawasan di terminal penumpang tipe A selama periode Januari hingga Oktober 2026, didominasi pelanggaran penyimpangan trayek dan dokumen kedaluwarsa.
5 Oktober 2026

China Tutup 670 Bank, Fokus Perkuat Sistem Keuangan
Pemerintah China menutup lebih dari 670 bank pada 2025, sebagian besar di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya konsolidasi sistem perbankan demi stabilitas dan pengawasan yang lebih ketat.
5 Oktober 2026

Harga BBM Subsidi Tetap, Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah menegaskan harga BBM bersubsidi tak akan naik untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, sambil memastikan stok mencapai 18–20 hari.
5 Oktober 2026

Menkeu Lantik 17 Pejabat Baru, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Menteri Keuangan melantik 17 pejabat di lingkungan Kemenkeu, termasuk 13 dari DJP, satu dari DJBC, dan tiga dari KSSK, dengan fokus pada penyelesaian target APBN 2026 dan persiapan APBN 2027.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Mobil Hybrid di Indonesia Per Oktober 2026 Terkini
Senin, 5 Oktober 2026, 15.37 WITA

Aturan Kuota Sisa Diperdebatkan, ATSI Minta Jelas ke Kementerian
Senin, 5 Oktober 2026, 15.34 WITA

AI Picu Kekacauan Pemilu di Asia Tenggara, Peringatan dari Pakar
Senin, 5 Oktober 2026, 15.30 WITA

Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Cilangkap
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

26 Negara Bagian Gugat Trump Soal Penurunan Standar Kendaraan
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

KKP Amankan Kapal Ikan Diduga Terkait Penganiayaan Awak Kapal
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

Kapal Ikan KM Maulana 23 Diamankan KKP Usai Video Kekerasan Viral
Senin, 5 Oktober 2026, 15.28 WITA

Suahasil Lantik 17 Pejabat, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Senin, 5 Oktober 2026, 15.27 WITA

