Arie Kriting Ajak FFI Tinjau Ulang Representasi Karakter Timur
Komika dan aktor Arie Kriting menyoroti ketimpangan representasi karakter dari Indonesia Timur dalam industri film, mengajak juri FFI mengevaluasi narasi dan standar penilaian yang masih terjebak dalam stereotip.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Arie Kriting mengungkapkan keprihatinan terhadap cara industri perfilman nasional menggambarkan karakter dari wilayah timur Indonesia, yang kerap kali disajikan melalui lensa yang sempit dan klise. Dalam unggahan media sosial, ia menyoroti bagaimana tokoh dari daerah tersebut kerap diposisikan sebagai korban atau penderita, seolah hanya bisa diakui jika mengalami penderitaan. Menurutnya, narasi semacam ini mencerminkan bias yang mendalam dan membatasi kreativitas dalam penggambaran keberagaman budaya.
Ia menyoroti khusus penampilan Irma Rihi dalam film *Na Willa* sebagai sosok ibu yang tampil otentik tanpa mengorbankan identitas khas ketimuran. Menurut Arie, aktingnya yang natural dan mendalam layak diakui secara profesional, terlepas dari latar belakang geografis karakternya. Ia mempertanyakan mengapa peran yang sejatinya mencerminkan kehidupan sehari-hari justru tidak dianggap layak untuk dipertimbangkan dalam nominasi FFI.
Kritik juga disampaikan terhadap praktik penilaian dialek daerah yang dinilai timpang. Arie menyoroti kejadian di mana aktor dari kota besar mendapat pujian meski menggunakan logat Timur yang tidak akurat, seperti memakai dialek Ambon atau Papua dalam konteks Sumba. Ia menekankan perlunya konsistensi dan keakuratan dalam representasi budaya agar tidak terjadi distorsi yang mereduksi nilai autentisitas.
Meski menegaskan bahwa keputusan juri FFI bersifat final, Arie menegaskan bahwa masukan yang disampaikan bersifat konstruktif dan bertujuan memperkaya kerangka penilaian di masa depan. Ia berharap juri dan insan perfilman lebih terbuka terhadap beragam bentuk karakter, bukan hanya yang menggambarkan kesengsaraan, tetapi juga kehidupan sehari-hari yang kompleks dan bermakna.
Pernyataan ini mendapat respons positif dari berbagai tokoh perfilman, termasuk sutradara, penulis naskah, dan rekan sesama aktor. Banyak yang menyatakan bahwa absennya nama-nama seperti Irma Rihi, Gina S Noer, dan Elisabeth Sisauta dari daftar nominasi mencerminkan celah dalam sistem pengakuan. Dukungan juga datang dari Ryan Adriandhy, sutradara *Na Willa*, yang menyampaikan terima kasih atas perhatian yang disampaikan, sebagai bentuk refleksi terhadap kualitas dan keberagaman karya film lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

