Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Armand Maulana Ungkap Penipuan Gunakan Nama Dewi Gita

Vokalis Gigi Armand Maulana mengungkap dugaan penipuan properti yang mencatut nama istrinya, Dewi Gita, melalui modus pengalihan tanggung jawab pembayaran rumah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 122x dibuka
Armand Maulana Ungkap Penipuan Gunakan Nama Dewi Gita📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria yang ingin menjual properti di kawasan Pondok Indah mendatangi kantor band Gigi, menimbulkan kecurigaan setelah menyampaikan pengalaman dengan seorang perantara bernama Pak Polly. Armand Maulana, sang vokalis, menceritakan insiden tersebut dalam unggahan daring, menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar kejadian pribadi, melainkan ancaman serius yang bisa menimpa siapa saja. Ia menyampaikan bahwa pria tersebut merasa dirugikan karena mengira istri dirinya, Dewi Gita, menjadi pihak yang menanggung pembayaran rumah, padahal tidak pernah terlibat dalam transaksi.

Menurut Armand, pelaku yang mengaku sebagai Pak Polly menyatakan dirinya sebagai perantara pembeli dari seorang artis, tanpa menyebutkan identitas secara eksplisit pada awal percakapan. Namun, setelah beberapa waktu, nama Dewi Gita disebutkan secara tiba-tiba, membuat penjual rumah semakin curiga. Permintaan untuk bertemu langsung dengan pihak yang mengaku sebagai Pak Polly dan Dewi Gita pun disampaikan, tetapi percakapan terputus tanpa kelanjutan. Armand menyatakan bahwa semua bukti, termasuk percakapan WhatsApp, telah dipublikasikan untuk keperluan verifikasi dan edukasi publik.

Ia menekankan bahwa Dewi Gita sama sekali tidak terlibat dalam pembelian rumah tersebut, dan upaya pencatutan nama ini merupakan bentuk modus penipuan yang semakin canggih. Armand menilai bahwa kejadian ini menunjukkan betapa mudahnya identitas seseorang dimanfaatkan untuk kepentingan kriminal, terutama dalam transaksi properti yang melibatkan kepercayaan dan nilai tinggi. Ia meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan dan tidak sesuai dengan prosedur standar.

Tujuan utama dari pengungkapan ini adalah memberikan peringatan kolektif terhadap modus penipuan yang kini memanfaatkan nama tokoh publik demi memperdaya korban. Armand menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan bukan untuk menarik perhatian, melainkan sebagai langkah preventif agar tidak ada yang menjadi korban serupa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi, terutama saat terlibat dalam transaksi finansial besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya