Arsenik dalam Makanan: Bahaya Tak Selalu Dari Jumlah, Tapi Jenisnya
Kandungan arsenik dalam beras dan ikan bukan berarti beracun secara otomatis, karena toksisitas tergantung pada bentuk kimianya, bukan total kadar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.19 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Arsenik memang sering dikaitkan dengan racun, namun keberadaannya dalam makanan tidak otomatis berarti berbahaya. Zat ini secara alamiah ditemukan di tanah dan air, sehingga dapat masuk ke dalam rantai pangan melalui proses penyerapan oleh tanaman atau organisme laut. Namun, tidak semua bentuk arsenik sama berisiko bagi kesehatan manusia. WHO membedakan arsenik menjadi dua jenis utama: anorganik dan organik, dengan perbedaan signifikan dalam tingkat toksisitas.
Arsenik anorganik, yang lebih berbahaya, menjadi fokus utama dalam penilaian keamanan pangan karena potensi menyebabkan kanker dan gangguan kronis jika terpapar secara terus-menerus. Tanaman padi, terutama pada sawah yang tergenang, memiliki kecenderungan menyerap arsenik anorganik lebih tinggi dibanding tanaman serealia lain. Sementara itu, arsenik organik, yang jauh lebih aman, umum ditemukan dalam ikan dan makanan laut. Meski kadar total arsenik pada seafood bisa tinggi, sebagian besar berbentuk organik sehingga tidak menimbulkan risiko serius bagi konsumen.
Standar internasional seperti Codex Alimentarius menetapkan batas maksimum arsenik anorganik dalam beras giling (polished rice) sebesar 0,20 mg/kg, sedangkan beras pecah kulit (husked rice) diperbolehkan hingga 0,35 mg/kg. Angka ini khusus untuk arsenik anorganik, bukan total arsenik, dan merupakan bagian dari sistem pengendalian risiko, bukan indikator keamanan mutlak. Dengan demikian, tidak bisa disimpulkan bahwa makanan dengan kadar di bawah batas tersebut sepenuhnya aman, atau yang di atasnya langsung beracun.
Paparan akut arsenik anorganik dapat menimbulkan gejala keracunan akut seperti muntah dan diare, tetapi risiko utama bagi kesehatan jangka panjang adalah paparan kronis melalui konsumsi rutin makanan atau air minum terkontaminasi. Efek jangka panjang mencakup kerusakan kulit, kanker, dan gangguan organ vital. Namun, risiko ini bergantung pada dosis, durasi paparan, berat badan, dan sumber lain yang mungkin terkontaminasi.
Oleh karena itu, pendekatan yang lebih tepat bukan menghindari semua makanan yang mengandung arsenik, melainkan mengurangi paparan secara keseluruhan. Organisasi kesehatan global menekankan pentingnya spesiasi arsenik dalam penilaian keamanan pangan, bukan sekadar mengukur total kandungan. Dengan memahami perbedaan jenis arsenik, masyarakat dapat membuat keputusan konsumsi yang lebih bijak tanpa perlu panik terhadap informasi seputar kandungan zat tersebut dalam makanan sehari-hari.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pramugari Bocorkan Rahasia Rasa Makanan Pesawat
Seorang pramugari berpengalaman menyarankan penumpang membawa camilan pribadi karena makanan pesawat cenderung tinggi garam dan gula demi menyesuaikan perubahan indera pengecap di ketinggian.
26 September 2026

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Hamster membutuhkan pola makan seimbang yang terdiri dari pelet utama, sayuran segar, buah terbatas, dan camilan khusus dengan aturan porsi yang tepat.
26 September 2026

Kopi Kekinian dan Risiko Kesehatan Anak Muda
Minum kopi menjadi kebiasaan harian anak muda, namun konsumsi berlebihan atau varian manis berisiko gangguan kesehatan jika tidak diatur dengan bijak.
26 September 2026

Ampas Kopi Tidak Cocok untuk Dibuang ke Kloset
Menggunakan ampas kopi sebagai pembersih toilet secara langsung di flush berisiko menyumbat pipa dan merusak sistem pembuangan.
25 September 2026
Berita Lainnya

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

