Kopi Kekinian dan Risiko Kesehatan Anak Muda
Minum kopi menjadi kebiasaan harian anak muda, namun konsumsi berlebihan atau varian manis berisiko gangguan kesehatan jika tidak diatur dengan bijak.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kebiasaan menikmati kopi kini telah melampaui fungsi sebagai penambah energi, menjadi bagian integral dari gaya hidup generasi muda di kota-kota besar. Dari tempat kerja hingga ruang belajar, sajian kopi kekinian kerap menjadi latar utama aktivitas sehari-hari. Namun, di balik tren ini, muncul kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama ketika konsumsi tidak disertai pengelolaan porsi dan jenis minuman yang tepat.
Secara ilmiah, kopi memiliki komponen alami yang bermanfaat, seperti kafein dan antioksidan. Kafein berperan dalam meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki fokus, serta mendukung fungsi kognitif. Sementara antioksidan dalam kopi membantu melindungi sel dari stres oksidatif, yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan hati. Manfaat ini paling optimal jika dikonsumsi dalam batas aman dan tanpa tambahan bahan yang mengurangi nilai gizi.
Namun, tren kopi kekinian yang sering mengandung gula tinggi, sirup, boba, dan krimer membuat risiko kesehatan meningkat. Minuman semacam ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah, peningkatan berat badan, serta resistensi insulin jika dikonsumsi rutin. Di sisi lain, kafein dalam jumlah berlebihan—melebihi 400 mg per hari—dapat memicu gejala seperti gelisah, jantung berdebar, gangguan pencernaan, hingga gangguan tidur yang mengganggu ritme biologis tubuh.
Oleh karena itu, kesehatan tetap terjaga jika konsumsi kopi dilakukan dengan kesadaran. Pilihan terbaik adalah memilih kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer berlebihan. Menghindari minum kopi dalam jam-jam dekat tidur juga penting untuk menjaga kualitas istirahat. Dengan pendekatan yang bijak, kopi bisa menjadi teman aktif dalam aktivitas sehari-hari tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Arsenik dalam Makanan: Bahaya Tak Selalu Dari Jumlah, Tapi Jenisnya
Kandungan arsenik dalam beras dan ikan bukan berarti beracun secara otomatis, karena toksisitas tergantung pada bentuk kimianya, bukan total kadar.
25 September 2026

Ampas Kopi Tidak Cocok untuk Dibuang ke Kloset
Menggunakan ampas kopi sebagai pembersih toilet secara langsung di flush berisiko menyumbat pipa dan merusak sistem pembuangan.
25 September 2026

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
HIV menyebar melalui cairan tubuh tertentu yang masuk ke aliran darah atau selaput lendir, bukan melalui kontak fisik biasa seperti berjabat tangan atau berpelukan.
24 September 2026

5 Risiko Kesehatan dari Penggunaan Lipstik Secara Rutin
Penggunaan lipstik setiap hari berpotensi membahayakan kesehatan akibat paparan bahan kimia berbahaya seperti timbal, phthalates, dan kadmium.
24 September 2026
Berita Lainnya

Pelabuhan Murhum Wujudkan Layanan Penumpang Terbaik di Sulawesi Tenggara
Sabtu, 26 September 2026, 13.23 WITA

Tempat Nongkrong di Bau-Bau yang Paling Asik Ada di Sini Sedhana
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.22 WITA

Abbas Serukan Tindakan Global Hadapi Ancaman Kebangsaan Palestina
Sabtu, 26 September 2026, 12.17 WITA

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah
Sabtu, 26 September 2026, 12.16 WITA

IHSG Terpuruk Sepekan, Pasar Modal kehilangan Rp361 Triliun
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

