AS Diminta Larang Mobil China demi Keamanan Nasional
Produsen otomotif utama AS mendesak Kongres segera sahkan larangan permanen mobil asal China sebelum akhir tahun, menyusul kekhawatiran ancaman keamanan data dari teknologi konektivitas.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kongres Amerika Serikat kini dihadapkan pada tekanan besar untuk segera mengesahkan regulasi pelarangan kendaraan bermotor dari China, setelah Aliansi untuk Inovasi Otomotif—yang mewakili produsen besar seperti General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, dan Stellantis—mengungkapkan ancaman serius terhadap keamanan nasional. Dalam surat resmi yang dikirim ke anggota Kongres, CEO aliansi John Bozzella menekankan urgensi tindakan, menilai bahwa kendaraan China yang dilengkapi perangkat lunak dan keras terkoneksi secara global berpotensi mengakses data sensitif pengguna di AS.
Ancaman yang disebutkan bukan sekadar spekulasi, melainkan hasil dari ekspansi cepat industri otomotif China yang didukung subsidi pemerintah, dengan produk yang menyertakan teknologi komunikasi seperti Bluetooth, Wi-Fi, jaringan seluler, dan komunikasi satelit. Bozzella menegaskan bahwa meskipun belum terjadi pelanggaran nyata di pasar AS, kecepatan dan skala ekspansi China membutuhkan respons proaktif. Ia meminta pengesahan undang-undang sebelum akhir tahun ini agar menjadi hukum tetap di tingkat nasional.
Pesan yang disampaikan melalui surat tersebut menekankan bahwa tindakan ini bukan sekadar perlindungan industri domestik, melainkan respons strategis terhadap upaya China untuk mendominasi rantai pasok dan pasar global otomotif. Pengesahan RUU tersebut, menurut Bozzella, akan menunjukkan kesatuan politik antarpartai AS dalam menjaga keamanan nasional dan menghadang ekspansi teknologi asing yang berpotensi mengancam privasi dan infrastruktur kritis.
Namun, langkah tersebut masih menghadapi tantangan internal, terutama terkait ketentuan larangan bagi perusahaan yang memiliki kepemilikan entitas China di atas 15 persen. Aturan ini berpotensi mengganggu kehadiran merek-merek global seperti Mercedes-Benz dan Polestar di pasar AS, meskipun mereka bukan produsen China. Di sisi lain, Kedutaan Besar China di Washington menegaskan bahwa Beijing telah membuka akses penuh bagi investasi asing di sektor manufaktur, menekankan keberhasilan Tesla, Buick, Toyota, dan Ford dalam memasuki pasar Tiongkok sebagai bukti keterbukaan pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


