Asal Usul Tanda Tangan dari Segel Kuno hingga Digital
Tanda tangan yang kini jadi simbol persetujuan dan identitas memiliki akar sejarah panjang, mulai dari segel silinder di Mesopotamia hingga berkembang menjadi alat otentikasi formal di era modern.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Tanda tangan—bentuk sederhana dari goresan tinta atau pena—tak pernah terlepas dari aktivitas administratif manusia. Dari membuka rekening hingga menandatangani kontrak, tulisan kecil ini memegang peran krusial dalam mengonfirmasi otoritas dan persetujuan. Namun, sejarah tanda tangan jauh lebih dalam dari sekadar kebiasaan menulis nama. Sebelum munculnya tulisan tangan sebagai tanda pengenal, masyarakat kuno telah menggunakan metode lain yang sama-sama bertujuan menunjukkan kepemilikan dan keabsahan dokumen.
Di wilayah Mesopotamia, sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, masyarakat sudah memakai segel silinder sebagai alat identifikasi. Benda berbentuk silinder dari batu ini diukir dengan pola khusus, dan ketika digulirkan ke atas tanah liat, menghasilkan gambar yang unik dan dapat dikenali sebagai milik seseorang. Beberapa segel bahkan memuat nama pemiliknya, menunjukkan bahwa bentuk pengesahan ini sudah mengandung elemen identitas pribadi. Metode ini digunakan untuk menandai kepemilikan, mengesahkan transaksi, dan menjadi bukti otoritas tanpa memerlukan kemampuan membaca atau menulis.
Pada Abad Pertengahan di Eropa, meski tulisan tangan mulai muncul, segel tetap menjadi alat utama dalam pengesahan dokumen resmi. Banyak dokumen hukum, termasuk yang dikeluarkan oleh raja-raja seperti Raja John dari Inggris, menggunakan segel lilin yang digantung di bagian bawah kertas. Proses ini jauh lebih kompleks dibandingkan tanda tangan modern, namun tetap mempertahankan fungsi utama: membuktikan bahwa dokumen tersebut berasal dari pihak yang sah. Penggunaan tanda tangan tulisan tangan baru mulai menyebar pada abad ke-14, khususnya di Inggris, saat Raja Edward III mulai menggunakan sign manual dalam dokumen resmi.
Namun, peralihan dari segel ke tanda tangan tidak terjadi secara tiba-tiba. Selama abad ke-15, kedua sistem digunakan bersamaan, menunjukkan bahwa masyarakat masih mengandalkan berbagai bentuk otentikasi. Tidak semua orang bisa menulis, sehingga tanda seperti huruf X atau simbol tertentu digunakan sebagai pengganti tanda tangan. Yang penting bukan bentuknya, melainkan fungsi: menunjukkan persetujuan atau keterlibatan. Dari sinilah tanda tangan mulai bertransformasi dari alat administratif menjadi identitas pribadi, yang kemudian digunakan untuk memverifikasi keaslian dokumen melalui perbandingan tulisan.
Ketika hukum modern berkembang, tanda tangan semakin ditegaskan sebagai syarat hukum. Pada 1677, Inggris menerapkan Statute of Frauds, yang menetapkan bahwa sejumlah perjanjian harus disertai tanda tangan tertulis agar sah. Sejak itu, tanda tangan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan hukum, ekonomi, dan administrasi. Kini, meski dunia mulai beralih ke tanda tangan digital, akar sejarahnya tetap sama: membuktikan identitas, persetujuan, dan keabsahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pria 71 Tahun Dibebaskan Setelah 41 Tahun Tahanan Mati
Douglas Stewart Carter, yang divonis mati karena pembunuhan di Utah 1985, dibebaskan dengan jaminan setelah bukti DNA baru menunjukkan tidak adanya kaitan genetik dengan kejahatan tersebut.
3 Oktober 2026

Pilot India Selamatkan Penumpang Usai Ditikam di Kokpit
Kapten Smit Machchhar, pilot Flydubai, selamatkan lebih dari 170 penumpang setelah ditikam kopilotnya saat penerbangan ke Tel Aviv, lalu memimpin upaya pendaratan darurat di Arab Saudi.
3 Oktober 2026

Empat WNI Bebas dari Penyanderaan Bajak Laut Somalia
Empat warga negara Indonesia yang disandera perompak Somalia selama lebih dari lima bulan berhasil dilepaskan setelah operasi penyerbuan oleh aparat Puntland, dengan satu korban tewas dan lima lainnya luka-luka.
3 Oktober 2026

Israel Periksa Kopilot Flydubai Usai Insiden Bajak Pesawat
Israel berencana menginterogasi kopilot asal Oman yang diduga berusaha membajak pesawat Flydubai saat terbang ke Tel Aviv, sementara penyelidikan bersama dengan UEA sedang berlangsung.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Suahasil Belum Tetapkan Peran Spesifik Tiga Wamenkeu
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Geo Dipa Tetap di Kemenkeu untuk Dorong Ekosistem Hijau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA
Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Janji Lanjutkan Reformasi Industri
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansi, Neraca Perdagangan Surplus
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Kemenhub Jamin Tiket Pesawat Nataru 2026 Terjangkau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Dua Perempuan di Bende Berjuang Melawan Sampah demi Kebersihan Lingkungan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

