Asap Karhutla Perparah Risiko Pneumonia
Paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat melemahkan sistem pertahanan paru, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi pneumonia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu visibilitas, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan pernapasan. Partikel halus seperti PM2.5, yang berukuran di bawah 2,5 mikrometer, mampu menembus saluran pernapasan hingga ke alveolus—tempat terjadi pertukaran gas. Ketika masuk ke area ini, partikel asing dapat mengganggu fungsi alami paru yang seharusnya menjaga kebersihan organ tersebut.
Sistem pertahanan alami paru, seperti mekanisme mucociliary clearance, berfungsi untuk menangkap partikel dan mikroorganisme kemudian mengeluarkannya melalui lendir dan gerakan silia. Namun, paparan berkepanjangan terhadap asap dapat mengurangi efektivitas proses ini. Produksi lendir dan zat antimikroba pun terganggu, sehingga partikel berbahaya dan bakteri dapat bertahan lebih lama di saluran napas.
Selain itu, sel imun dalam paru, khususnya alveolar macrophage, yang bertugas menangkap dan menghancurkan patogen, juga mengalami disfungsi akibat paparan partikel halus. Studi menunjukkan bahwa paparan PM2.5 menghambat proses fagositosis, sehingga bakteri seperti Streptococcus pneumoniae—penyebab utama pneumonia—dapat bertahan dan berkembang biak. Dalam kondisi ini, paru kehilangan kemampuan membentengi diri dari infeksi.
Paparan asap juga merusak lapisan epithelial barrier, yaitu pertahanan pertama saluran napas yang berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap patogen. Ketika lapisan ini rusak, mikroorganisme lebih mudah menembus jaringan paru dan memicu infeksi. Pneumonia bukan disebabkan langsung oleh asap, melainkan sebagai konsekuensi dari melemahnya sistem pertahanan tubuh akibat paparan jangka panjang terhadap polusi udara.
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak asap karhutla perlu meningkatkan proteksi diri, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan kronis. Upaya pencegahan harus fokus pada pengurangan paparan dan penguatan daya tahan tubuh agar risiko infeksi paru, termasuk pneumonia, tetap terkendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026

Seruni dan Dekranas Dorong Pelestarian Tenun Gringsing di Bali
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan Pegringsingan didukung dengan bantuan 500 kacamata bagi lansia penenun, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.
25 Oktober 2026

Integrasi Raker Tiga Lembaga Dorong Efisiensi dan Sinergi Program
Tri Tito Karnavian memperkenalkan integrasi rapat kerja tiga lembaga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi substansi program.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

