Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong 10 Saham Unggulan Meski IHSG Melemah

Investor asing catatkan belanja bersih Rp561,6 miliar meski indeks turun ke level 5.925,98, dengan fokus pada sepuluh emiten utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.13 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 53x dibuka
Asing Borong 10 Saham Unggulan Meski IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (13/10/2026), turun 10,17 poin atau 0,17 persen ke posisi 5.925,98. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 290 mengalami penurunan, 168 stagnan, dan 334 menguat. Volume perdagangan mencapai 365,11 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp10,75 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski bergerak dalam rentang negatif.

Di tengah tekanan indeks, arus modal asing justru tercatat mengalir masuk secara signifikan. Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp561,60 miliar, yang terdiri dari Rp5,9 miliar di pasar reguler dan Rp555,71 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Aksi beli ini menunjukkan kepercayaan terhadap sejumlah emiten yang dinilai memiliki fundamental kuat meskipun pasar secara keseluruhan bergerak melemah.

Dari 10 saham dengan pembelian bersih terbesar, PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai Rp44,73 miliar. Diikuti oleh PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp35,28 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp34,45 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan pembelian bersih Rp30,11 miliar. Sementara itu, emiten energi seperti PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) juga masuk dalam daftar pilihan asing, masing-masing mencatat pembelian bersih di atas Rp18 miliar.

Pembelian asing pada saham-saham tersebut mencerminkan kembali preferensi terhadap emiten sektor primer, keuangan, dan energi yang dianggap stabil dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Adapun PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) juga masuk dalam jajaran top net foreign buy, dengan nilai pembelian masing-masing Rp18,16 miliar, Rp13,18 miliar, dan Rp12,77 miliar.

Pembelian bersih asing ini menjadi indikator bahwa meskipun IHSG belum mampu menunjukkan kenaikan, ada sejumlah emiten yang tetap menarik perhatian investor institusional asing. Aksi beli yang terkonsentrasi pada sejumlah saham utama menunjukkan adanya sentimen positif terhadap potensi kinerja ke depan dan nilai intrinsik yang masih menarik di tengah koreksi pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya