Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Buru BBRI, Net Sell Keseluruhan Tetap Terjadi

Investor asing menunjukkan ketertarikan kuat terhadap BBRI pasca rilis kinerja semester pertama, meski secara keseluruhan mencatatkan penjualan bersih Rp434,2 miliar di tengah penguatan IHSG tipis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Asing Buru BBRI, Net Sell Keseluruhan Tetap Terjadi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada perdagangan Senin (31/8/2026), pasar modal Indonesia mencatat aktivitas yang menunjukkan pergeseran arus modal asing, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi fokus perhatian utama. Setelah pengumuman kinerja semester pertama 2026, saham BBRI berhasil menarik minat beli asing hingga mencapai nilai net buy tertinggi di antara semua emiten, yaitu sebesar Rp371,3 miliar. Angka ini jauh mengungguli saham lainnya, termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menduduki posisi kedua dengan net buy Rp261,2 miliar.

Meski BBRI menjadi saham paling diminati, secara keseluruhan arus modal asing tetap mengalami penjualan bersih (net sell) sebesar Rp434,2 miliar pada penutupan perdagangan. Total nilai transaksi asing mencapai Rp21,83 triliun, dengan pembelian sebesar Rp10,70 triliun dan penjualan senilai Rp11,13 triliun. Penguatan terhadap BBRI tidak mampu menyeimbangkan tekanan jual dari sektor lain, termasuk emiten properti dan pertambangan yang juga menarik perhatian asing.

Selain BBRI, lima saham lain yang mencatatkan net buy asing terbesar meliputi PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dengan Rp135 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp103,9 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp95,8 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp78,9 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp46,6 miliar. Sementara itu, emiten seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga mengalami aliran beli asing, meski dalam volume yang lebih kecil.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan kenaikan tipis sebesar 7,36 poin atau 0,11%, berakhir di level 6.525,48. Pergerakan indeks sempat tertekan hingga menyentuh 6.476,18 sebelum kembali menguat dan mencapai puncak harian di 6.528,10. Lonjakan aktivitas pasar tercermin dari volume transaksi yang mencapai 48,93 miliar saham, dengan nilai transaksi total Rp24,72 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,37 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 413 menguat, 245 melemah, dan 305 stagnan.

Pergerakan pasar dipengaruhi oleh aksi penyesuaian portofolio menjelang efektifnya proses rebalancing indeks MSCI, yang turut menambah volatilitas harian. Meskipun ada pergerakan signifikan di sektor perbankan dan properti, dominasi penjualan bersih asing menunjukkan ketidakpastian yang masih menghantui investor institusi. Namun, minat terhadap emiten dengan kinerja solid seperti BBRI menunjukkan sinyal positif terhadap prospek kinerja perusahaan di tengah tekanan pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya