Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan ke IHSG dari Sektor Energi

Investor asing mencatatkan jual bersih Rp664 miliar di sesi I, didorong pelemahan saham tambang dan tekanan geopolitik yang mendorong harga minyak melonjak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan ke IHSG dari Sektor Energi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada awal perdagangan sesi I hari ini, Senin (14/9/2026), dengan penurunan sebesar 111,50 poin atau 1,70% ke level 6.429,88. Pelemahan ini didorong dominasi saham emiten pertambangan yang anjlok tajam, terutama setelah harga minyak dunia melonjak melebihi US$100 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam rapat 15–16 September 2026, dengan probabilitas mencapai 87,3% berdasarkan data CME FedWatch.

Sektor energi menjadi penyumbang terbesar tekanan indeks dengan penurunan 4,87%, disusul utilitas (-4,09%) dan kesehatan (-2,39%). PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menjadi saham penekan utama dengan kontribusi minus 23,84 poin setelah sahamnya turun 35,02%. Diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) yang turun 10,64 poin, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) -5,43 poin, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) -4,69 poin. Sementara itu, saham perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang melemah 1,61% turut menyumbang tekanan sebesar -6,08 poin terhadap IHSG.

Aksi jual asing mencatatkan nilai bersih sebesar Rp664,34 miliar pada sesi I, dengan volume jual asing mencapai Rp2,63 triliun dan beli sebesar Rp1,97 triliun. Penjualan terbesar terjadi pada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp164,81 miliar, disusul PT Bank Mandiri (BMRI) Rp127,90 miliar dan PT Bumi Resources (BUMI) Rp124,55 miliar. Selain itu, asing juga menjual PT Timah Tbk. (TINS), PT Merdeka Copper Gold (MDKA), dan PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO) dengan nilai masing-masing mencapai Rp45,83 miliar, Rp34,71 miliar, dan Rp25,10 miliar.

Di sisi lain, sejumlah emiten tetap menjadi incaran investor asing. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham dengan pembelian bersih tertinggi sebesar Rp42,53 miliar. PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) menempati posisi kedua dengan pembelian bersih Rp33,46 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp30,35 miliar. Selain itu, asing juga membeli PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Singaraja Putra (SINI) dengan nilai pembelian bersih berkisar antara Rp9,97 miliar hingga Rp18,37 miliar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya