Bakrie Sumatera Bentuk Anak Usaha Perdagangan Minyak Nabati
Perseroan melalui UNSP didukung AGW mendirikan PT Bakrie Bhumi Phala untuk memperluas bisnis perdagangan minyak dan lemak nabati secara nasional dan global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) secara resmi mendirikan entitas baru bernama PT Bakrie Bhumi Phala sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis di sektor perdagangan komoditas pertanian. Pendirian perusahaan ini dilakukan bersama PT Agrowiyana (AGW) dan telah memenuhi seluruh kewajiban modal dasar yang ditempatkan serta disetor penuh oleh pemegang saham.
Perusahaan baru tersebut bergerak di bidang perdagangan besar minyak dan lemak nabati, dengan fokus pada distribusi dan penjualan komoditas hasil perkebunan kelapa sawit dan karet. Struktur kepemilikan menempatkan UNSP sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 99,5%, sementara AGW menyumbang 0,5% dari total modal.
Akta pendirian PT Bakrie Bhumi Phala telah ditandatangani pada 20 Oktober 2026 di bawah pengawasan Notaris Bima Yogie Purnama, S.H., M.Kn., yang menandai dimulainya operasional perusahaan secara hukum. Peristiwa ini dinyatakan sebagai kejadian material yang memiliki dampak signifikan terhadap struktur dan portofolio bisnis perseroan.
Dengan kehadiran anak usaha ini, UNSP menargetkan peningkatan pendapatan secara keseluruhan serta penguatan posisi pasar di rantai nilai minyak nabati. Langkah ini mendukung ekosistem bisnis yang sudah ada, mencakup perkebunan kelapa sawit, pengolahan CPO dan CPKO, perkebunan karet, serta industri hilir berbasis minyak nabati.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

