Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Banjir Bandang dan Longsor di Nepal-Tibet Tewaskan Ratusan Orang

Banjir bandang dan longsor akibat runtuhnya gletser menewaskan 734 orang di Nepal, dengan 2.498 lainnya masih hilang, sementara di Tibet 16 tewas dan 546 orang belum ditemukan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.56 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Banjir Bandang dan Longsor di Nepal-Tibet Tewaskan Ratusan Orang📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di wilayah perbatasan Nepal-Tibet telah mencapai 734 jiwa, menurut data terbaru dari otoritas penanggulangan bencana Nepal. Sebanyak 2.498 orang lainnya masih dalam status hilang, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilanjutkan di wilayah yang terdampak parah. Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menemukan korban yang belum ditemukan dan menyalurkan bantuan darurat ke daerah terisolasi.

Di wilayah Tibet, stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan 16 korban tewas akibat longsor lumpur di kawasan Gyirong, Shigatse, dengan 546 orang lainnya masih belum ditemukan. Dari jumlah tersebut, 261 di antaranya merupakan warga negara asing dari 23 negara berbeda. Upaya pencarian melibatkan tim SAR, petugas medis, dan tenaga tanggap darurat, dengan lebih dari 180.000 personel dan hampir 40 helikopter dikerahkan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Kondisi di lokasi bencana sangat menantang, terutama karena sebagian besar wilayah telah berubah menjadi lahan rawa atau tertutup lumpur tebal. Akses ke beberapa area paling parah hanya bisa dilakukan dengan helikopter, namun banyak titik yang tidak memungkinkan pendaratan. Beberapa daerah terdampak bahkan mengalami kerusakan total pada infrastruktur jalan dan jembatan, serta terputusnya aliran listrik, sehingga mempersulit komunikasi dan koordinasi.

Kepala eksekutif ActionAid Nepal, Sujeeta Mathema, menggambarkan bencana ini sebagai "tsunami" yang tak terbayangkan bahkan dalam skenario terburuk. Ia menyebut banyak rumah dan jembatan hanyut terbawa arus, sementara jumlah korban yang tertimbun atau terjebak di terowongan masih belum diketahui secara pasti. Pemerintah Nepal bekerja sama dengan keluarga korban untuk identifikasi, sementara diplomat menangani komunikasi dengan kerabat warga asing yang belum ditemukan.

China memperingatkan adanya risiko tinggi jebolnya danau bendungan alami yang terbentuk akibat longsor di dekat perbatasan Nepal-Tibet. Sebanyak 2,5 juta meter kubik air telah terkumpul di danau tersebut, dengan perkiraan total hingga tiga juta meter kubik dalam beberapa hari ke depan. Jika tanggul alam jebol, dikhawatirkan akan memicu banjir susulan di wilayah hilir. Dalam situasi kritis ini, pemerintah Nepal menegaskan bahwa harapan untuk menyelamatkan korban yang masih hilang tetap ada, meski tantangan sangat besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya