Banjir Bandang dan Longsor di Nepal-Tibet Tewaskan Ratusan Orang
Banjir bandang dan longsor akibat runtuhnya gletser menewaskan 734 orang di Nepal, dengan 2.498 lainnya masih hilang, sementara di Tibet 16 tewas dan 546 orang belum ditemukan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.56 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di wilayah perbatasan Nepal-Tibet telah mencapai 734 jiwa, menurut data terbaru dari otoritas penanggulangan bencana Nepal. Sebanyak 2.498 orang lainnya masih dalam status hilang, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilanjutkan di wilayah yang terdampak parah. Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menemukan korban yang belum ditemukan dan menyalurkan bantuan darurat ke daerah terisolasi.
Di wilayah Tibet, stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan 16 korban tewas akibat longsor lumpur di kawasan Gyirong, Shigatse, dengan 546 orang lainnya masih belum ditemukan. Dari jumlah tersebut, 261 di antaranya merupakan warga negara asing dari 23 negara berbeda. Upaya pencarian melibatkan tim SAR, petugas medis, dan tenaga tanggap darurat, dengan lebih dari 180.000 personel dan hampir 40 helikopter dikerahkan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Kondisi di lokasi bencana sangat menantang, terutama karena sebagian besar wilayah telah berubah menjadi lahan rawa atau tertutup lumpur tebal. Akses ke beberapa area paling parah hanya bisa dilakukan dengan helikopter, namun banyak titik yang tidak memungkinkan pendaratan. Beberapa daerah terdampak bahkan mengalami kerusakan total pada infrastruktur jalan dan jembatan, serta terputusnya aliran listrik, sehingga mempersulit komunikasi dan koordinasi.
Kepala eksekutif ActionAid Nepal, Sujeeta Mathema, menggambarkan bencana ini sebagai "tsunami" yang tak terbayangkan bahkan dalam skenario terburuk. Ia menyebut banyak rumah dan jembatan hanyut terbawa arus, sementara jumlah korban yang tertimbun atau terjebak di terowongan masih belum diketahui secara pasti. Pemerintah Nepal bekerja sama dengan keluarga korban untuk identifikasi, sementara diplomat menangani komunikasi dengan kerabat warga asing yang belum ditemukan.
China memperingatkan adanya risiko tinggi jebolnya danau bendungan alami yang terbentuk akibat longsor di dekat perbatasan Nepal-Tibet. Sebanyak 2,5 juta meter kubik air telah terkumpul di danau tersebut, dengan perkiraan total hingga tiga juta meter kubik dalam beberapa hari ke depan. Jika tanggul alam jebol, dikhawatirkan akan memicu banjir susulan di wilayah hilir. Dalam situasi kritis ini, pemerintah Nepal menegaskan bahwa harapan untuk menyelamatkan korban yang masih hilang tetap ada, meski tantangan sangat besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

KRL Bekas Jepang Siap Masuk Akhir 2026 untuk Perkuat Jabodetabek
KAI Commuter menargetkan kedatangan 23 trainset KRL bekas dari Jepang mulai akhir 2026 sebagai respons terhadap lonjakan penumpang dan usia armada yang sudah tua.
26 September 2026

NAZA Siar di 50 Negara, Termasuk Indonesia Mulai 28 September 2026
Dokumenter NAZA yang meraih standing ovation 24,5 menit di Venice 2026 akan tayang global mulai 28 September 2026, termasuk di Indonesia, dengan akses gratis lewat platform media pembuatnya.
26 September 2026
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Seekor penyu laut langka berhasil bertelur di Pantai Huntington, California Selatan, menjadi catatan pertama spesies ini bertelur secara alami di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat.
26 September 2026

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Ratusan warga menolak pidato Netanyahu di PBB dengan aksi blokade dan spanduk di Manhattan, menekankan kekejaman perang Gaza dan menyerukan penangkapan perdana menteri Israel.
26 September 2026
Berita Lainnya

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA


