Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Gabungan Dorong Pemulihan Anak dan Perempuan Pasca-Gempa NTT

Kemen PPPA dan Danone Indonesia gelar pendampingan berkelanjutan untuk perempuan dan anak terdampak gempa di NTT, fokus pada pemulihan trauma dan pemenuhan gizi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Gabungan Dorong Pemulihan Anak dan Perempuan Pasca-Gempa NTT📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Danone Indonesia meluncurkan program dukungan khusus bagi perempuan dan anak-anak yang terdampak gempa bumi di wilayah Manggarai Barat dan Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari respons kemanusiaan menyeluruh, menekankan perlindungan, pemulihan psikososial, serta pemenuhan kebutuhan dasar dalam masa tanggap darurat. Kunjungan langsung dilakukan oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi pada 24–25 Agustus 2026, didampingi Ketua LPAI periode 2021–2026 Seto Mulyadi dan berbagai elemen pemerintah daerah serta mitra strategis.

Fokus utama dari kunjungan adalah memastikan keberadaan dan kualitas layanan perlindungan bagi korban, khususnya anak-anak yang mengalami gangguan psikologis akibat trauma bencana. Menteri Arifah menegaskan bahwa pemulihan trauma bukan proses instan, melainkan membutuhkan pendampingan berkelanjutan dengan keterlibatan tenaga ahli seperti psikolog. Ia menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang guna memulihkan kembali kesehatan mental dan keterhubungan sosial anak-anak yang terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang berfungsi sebagai pusat layanan aman dan pendampingan bagi perempuan dan anak-anak selama masa darurat. Pos SAPA menjadi titik konsolidasi bagi layanan perlindungan, konseling, dan dukungan sosial, sekaligus menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam menangani dampak bencana secara holistik.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi krisis. Menteri Arifah menyampaikan rasa empati dan apresiasi atas kerja sama semua pihak yang telah bergerak cepat, menegaskan bahwa solidaritas nasional tetap kokoh meski diuji oleh bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya