BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Bursa Efek Indonesia memantau empat emiten karena kenaikan harga saham yang tidak wajar, termasuk lonjakan hingga ratusan persen dalam periode bulanan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) kini memperhatikan secara ketat aktivitas pasar tak lazim (Unusual Market Activity/UMA) pada empat emiten sekaligus, mulai Kamis, 10 September 2026. Empat saham yang dipantau adalah ACST, SAPX, MSIE, dan MSJA, yang menunjukkan pergerakan harga yang jauh melampaui tren normal. Penyebab pemantauan ini adalah fluktuasi harga yang dinilai tidak proporsional terhadap kinerja emiten dan kondisi pasar umum.
Pergerakan saham ACST mencatat kenaikan 8,55% pada pembukaan perdagangan, mencapai Rp127 per saham, dengan lonjakan 45,98% dalam satu bulan terakhir, meski masih turun 7,3% sejak awal tahun. Sementara itu, SAPX melonjak 24,54% ke level Rp406, dengan kenaikan bulanan mencapai 89,72% dan 34,44% YTD. Kenaikan signifikan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap volatilitas yang tidak didukung informasi fundamental.
Emiten MSIE juga menjadi fokus karena kenaikan harian 9,49% ke Rp150 per saham, didukung kenaikan bulanan sebesar 59,57% dan YTD mencapai 188,46%. Di sisi lain, saham MSJA menguat 21,92% menjadi Rp890, dengan kenaikan bulanan 112,92% dan YTD 161,76%. Kenaikan tajam ini menjadi alasan utama BEI memantau aktivitas perdagangan untuk mencegah praktik manipulasi pasar.
BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA bukan indikasi pelanggaran hukum, melainkan upaya preventif untuk menjaga integritas pasar dan melindungi kepentingan investor. Pihak emiten diminta segera memberikan penjelasan atas permintaan konfirmasi dari bursa. Investor diminta untuk mempertimbangkan kembali keputusan investasi, mengecek keterbukaan informasi, meninjau rencana tindakan korporasi, serta memperhatikan kemungkinan risiko yang muncul dari pergerakan harga yang ekstrem.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penertiban Kendaraan Nunggak Pajak Dibantah, APPI: Tidak Ada Edaran Resmi
APPI membantah keaslian pengumuman soal razia kendaraan nunggak pajak hingga ke rumah, menegaskan tidak pernah mengeluarkan edaran semacam itu pada akhir September 2026.
11 September 2026

BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Perbaiki Akurasi Bansos
BPS mengkaji pemanfaatan data perpajakan guna meningkatkan akurasi pemetaan sosial ekonomi dan ketepatan sasaran bantuan sosial melalui DTSEN.
11 September 2026

Coretax sebagai Alat Ukur Kemiskinan yang Lebih Akurat
Data perpajakan melalui sistem Coretax berpotensi menjadi dasar pengukuran kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
11 September 2026

Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah
Investor asing catatkan beli bersih senilai Rp1,95 triliun di 10 emiten utama meski IHSG turun 1,29% pada Kamis (10/9/2026).
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


