BEI Pantau Pergerakan Saham KETR Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau ketat saham KETR karena fluktuasi harga tak wajar, meski belum ada indikasi pelanggaran aturan pasar modal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) kini memperhatikan secara intensif aktivitas perdagangan saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) pasca terdeteksi pola pergerakan tidak lazim sejak Jumat, 11 September 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap para pemegang saham, terutama investor retail, dari potensi kerugian akibat volatilitas ekstrem yang tidak didukung oleh fundamental emiten.
Dalam keterbukaan informasi resmi, BEI mengonfirmasi adanya Unusual Market Activity (UMA) pada saham KETR. Meski pengumuman UMA tidak otomatis mengindikasikan pelanggaran aturan pasar modal, pihak bursa tetap mengawasi perkembangan transaksi secara mendalam. Tujuannya adalah memastikan transparansi dan keadilan dalam pasar, serta mencegah manipulasi harga yang dapat merusak kepercayaan publik.
Data pasar menunjukkan saham KETR mengalami penurunan tajam 5,76% ke level Rp900 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Namun, dalam periode satu bulan terakhir, saham tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 57,89%, meski secara year to date masih tercatat merosot 17,43%. Pergerakan ini menjadi sorotan karena tidak sejalan dengan kinerja operasional atau informasi publik yang tersedia.
BEI mengimbau investor untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Masyarakat diminta memantau respons resmi emiten terhadap permintaan klarifikasi dari bursa, mengevaluasi kinerja perusahaan secara menyeluruh, mempertimbangkan rencana tindakan korporasi yang belum disetujui RUPS, serta mengantisipasi berbagai skenario risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


