Bekasi Hadapi Krisis Sampah dengan Solusi Terpadu
Pemerintah mempercepat penanganan sampah Bekasi melalui pemilahan dari sumber, PSEL, dan pirolisis untuk mengurangi timbunan dan menciptakan energi hijau.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kota Bekasi kini menjadi fokus strategis dalam upaya penanganan sampah nasional, menyusul krisis lingkungan akibat timbunan mencapai level darurat. Dengan produksi sampah sekitar 1.800 ton per hari, pemerintah menilai perlunya pendekatan terintegrasi yang mencakup seluruh rantai pengelolaan—mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pengolahan di fasilitas modern. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan urgensi aksi cepat untuk menghentikan pencemaran udara, tanah, dan air yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak terkendali.
Salah satu langkah kunci adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi, yang dirancang mampu menangani hingga 1.500 ton sampah harian—setara 70 persen dari total produksi. Fasilitas ini tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80 persen. Selain itu, PSEL Bekasi diharapkan dapat menciptakan sekitar seribu lapangan kerja, sekaligus menghasilkan energi hijau yang berkelanjutan.
Pembangunan PSEL Bekasi menjadi bagian dari rencana nasional yang mencakup 13 lokasi serupa, termasuk yang akan beroperasi di Palembang mulai Oktober 2026. Sebelumnya, groundbreaking telah dilakukan di Bali dan Legoknangka, Jawa Barat, dengan rencana lanjutan ke PSEL Bogor Raya-1. Namun, Zulhas menegaskan bahwa PSEL bukan solusi tunggal. Dengan kapasitas keseluruhan yang hanya mencakup sekitar 22,5 persen dari total timbunan nasional, upaya pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber tetap menjadi fondasi utama.
Untuk menangani timbunan sampah lama, pemerintah menggandeng TNI AD dalam penerapan teknologi pirolisis secara pilot project di lima lokasi. Teknologi ini mampu mengubah sampah lama menjadi energi baru berupa bahan bakar terbarukan setara solar. Jika diterapkan secara nasional, pirolisis berpotensi mengurangi volume sampah hingga 20 persen. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Bekasi sebagai model pengelolaan sampah terpadu—dari hulu hingga hilir—yang sekaligus membuka peluang ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

