Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bekasi Hadapi Krisis Sampah dengan Solusi Terpadu

Pemerintah mempercepat penanganan sampah Bekasi melalui pemilahan dari sumber, PSEL, dan pirolisis untuk mengurangi timbunan dan menciptakan energi hijau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Bekasi Hadapi Krisis Sampah dengan Solusi Terpadu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kota Bekasi kini menjadi fokus strategis dalam upaya penanganan sampah nasional, menyusul krisis lingkungan akibat timbunan mencapai level darurat. Dengan produksi sampah sekitar 1.800 ton per hari, pemerintah menilai perlunya pendekatan terintegrasi yang mencakup seluruh rantai pengelolaan—mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pengolahan di fasilitas modern. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan urgensi aksi cepat untuk menghentikan pencemaran udara, tanah, dan air yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak terkendali.

Salah satu langkah kunci adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi, yang dirancang mampu menangani hingga 1.500 ton sampah harian—setara 70 persen dari total produksi. Fasilitas ini tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80 persen. Selain itu, PSEL Bekasi diharapkan dapat menciptakan sekitar seribu lapangan kerja, sekaligus menghasilkan energi hijau yang berkelanjutan.

Pembangunan PSEL Bekasi menjadi bagian dari rencana nasional yang mencakup 13 lokasi serupa, termasuk yang akan beroperasi di Palembang mulai Oktober 2026. Sebelumnya, groundbreaking telah dilakukan di Bali dan Legoknangka, Jawa Barat, dengan rencana lanjutan ke PSEL Bogor Raya-1. Namun, Zulhas menegaskan bahwa PSEL bukan solusi tunggal. Dengan kapasitas keseluruhan yang hanya mencakup sekitar 22,5 persen dari total timbunan nasional, upaya pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber tetap menjadi fondasi utama.

Untuk menangani timbunan sampah lama, pemerintah menggandeng TNI AD dalam penerapan teknologi pirolisis secara pilot project di lima lokasi. Teknologi ini mampu mengubah sampah lama menjadi energi baru berupa bahan bakar terbarukan setara solar. Jika diterapkan secara nasional, pirolisis berpotensi mengurangi volume sampah hingga 20 persen. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Bekasi sebagai model pengelolaan sampah terpadu—dari hulu hingga hilir—yang sekaligus membuka peluang ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya