BI Cetak Uang Baru dengan Tanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
Bank Indonesia memperbarui rupiah dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Gubernur Perry Warjiyo sebagai bagian dari proses rutin pencetakan uang kartal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia mengonfirmasi telah menerbitkan uang kertas baru yang kembali memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Gubernur BI Perry Warjiyo. Penerbitan ini dilakukan sebagai bagian dari siklus rutin pencetakan uang kartal yang direncanakan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan target uang beredar. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bersifat mendadak, melainkan bagian dari mekanisme standar operasional bank sentral setiap tahun.
Menurut Destry, pencetakan uang tidak dilakukan secara serentak di awal atau akhir tahun, melainkan disesuaikan dengan perencanaan jangka panjang. Proses ini melibatkan penyesuaian antara target pertumbuhan uang beredar yang ditetapkan pemerintah dan kapasitas penerbitan uang kertas serta logam yang ditentukan BI. Koordinasi antara kedua lembaga dilakukan secara rutin, khususnya menjelang akhir tahun, untuk menentukan volume dan komposisi uang yang akan dicetak pada periode berikutnya.
Uang yang menjadi perbincangan di media sosial merupakan rupiah pecahan Rp100 ribu dengan desain Tahun Emisi 2022, namun memiliki tahun cetak 2026. Meskipun desainnya tetap mengacu pada TE 2022, penerbitan ini menggantungkan tanda tangan dua pejabat yang telah berpindah posisi. Keberadaan uang ini di pasar menciptakan minat khusus dari kalangan kolektor, namun BI menegaskan bahwa penerbitan tersebut tidak menandakan perubahan kebijakan atau keadaan darurat.
Destry menekankan bahwa keberadaan uang kartal tetap penting, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan digital atau memiliki keterbatasan akses internet dan sinyal. Hal ini menjadi alasan utama mengapa BI terus menjaga pasokan uang fisik secara stabil. Ia menegaskan bahwa aktivitas pencetakan merupakan bentuk respons terhadap realitas ekonomi yang masih mengandalkan transaksi tunai, terutama di daerah terpencil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah
Investor asing menunjukkan ketertarikan terhadap 10 saham unggulan meski IHSG turun ke level 6.298,61, dengan pembelian bersih mencapai miliaran rupiah.
26 September 2026

Yield AS Meningkat, Pasar Asia Beragam
Pergerakan bursa Asia dipengaruhi kenaikan yield obligasi AS ke level tertinggi sejak 2007, dengan pasar memantau data ekonomi AS menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.
26 September 2026

Yield Obligasi AS Sentuh Rekor 22 Tahun, Tekanan Finansial Membesar
Imbal hasil obligasi AS jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade, menandai tekanan besar pada pasar keuangan global akibat inflasi, harga energi tinggi, dan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat.
26 September 2026

BI dan BCTL Perkuat Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital
Kerja sama antara Bank Indonesia dan Banco Central de Timor Leste memperluas jangkauan QRIS lintas negara ke Timor Leste, memperkuat konektivitas ekonomi regional.
26 September 2026
Berita Lainnya

Hongqi Perkuat Kehadiran di Indonesia dengan Dealer Pertama di Mampang
Sabtu, 26 September 2026, 09.19 WITA

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Sabtu, 26 September 2026, 09.09 WITA

Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Sabtu, 26 September 2026, 09.08 WITA

Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Tongke-Tongke Sinjai Berubah Jadi Pelabuhan Modern Berbasis Nelayan
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Singapura Bebaskan Petinggi Perusahaan dari Dakwaan Korupsi
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Warung Makan Gratis Sediakan 300 Porsi Harian untuk Warga
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Nikel Rp401 Miliar
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

