BNI Dorong Pertanian Berkelanjutan Tanpa Butuh Slip Gaji
BNI menyalurkan pembiayaan Rp2,4 triliun hingga September 2026 untuk sektor pertanian dengan pendekatan berbasis ekosistem dan penilaian berbasis arus kas, bukan slip gaji.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.15 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pembiayaan pertanian di Indonesia kini mengalami transformasi signifikan, terutama dalam pendekatan penyaluran kredit yang tidak lagi mengandalkan dokumen formal seperti slip gaji. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa akses modal bagi petani kini didasarkan pada karakteristik siklus usaha, arus kas, dan prospek komoditas, bukan sekadar dokumen keuangan konvensional. Pendekatan ini menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah fluktuasi cuaca dan harga pasar.
Hingga September 2026, BNI telah menyalurkan pembiayaan sektor pertanian senilai sekitar Rp2,4 triliun, atau setara 13,9 persen dari total kredit di segmen tersebut. Dana tersebut tidak hanya mengalir ke petani individu, tetapi juga merangkai seluruh ekosistem agribisnis — mulai dari hulu seperti pupuk dan alat pertanian, hingga hilir seperti pengolahan dan distribusi hasil panen. Pendekatan ini menekankan integrasi rantai nilai sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan.
Bank memastikan penilaian kredit tidak dilakukan secara seragam. Setiap calon debitur dinilai berdasarkan karakteristik usaha, pengalaman, produktivitas, serta kemampuan menghasilkan arus kas selama siklus tanam dan panen. BNI menekankan bahwa keberadaan slip gaji atau laporan keuangan formal bukan syarat mutlak. Kelayakan dilihat dari konsistensi usaha, riwayat pembayaran, legalitas operasional, dan potensi pemasaran hasil pertanian. Dengan demikian, petani yang tidak memiliki dokumen formal tetap berkesempatan mendapatkan dukungan finansial.
Risiko gagal panen akibat cuaca atau fluktuasi harga komoditas menjadi pertimbangan utama dalam analisis kredit. BNI melakukan mitigasi risiko sejak tahap awal dengan mempertimbangkan siklus produksi, kondisi pasar, dan profil risiko masing-masing pelaku usaha. Pendekatan berbasis ekosistem — seperti keterlibatan koperasi, kelompok tani, dan offtaker — turut memperkuat stabilitas pemasaran dan keberlanjutan usaha, sehingga meminimalkan potensi kerugian akibat ketidakpastian pasar.
Dengan strategi tersebut, BNI menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda nasional ketahanan pangan. Pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai alat penguatan rantai nilai pertanian secara menyeluruh. Melalui sinergi dengan pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha lain, bank berupaya menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kampung Korod Jaga Leuit, Tumbuhkan Ekonomi Berbasis Budaya
Kampung Korod di Bekasi konsisten pertahankan leuit dan tradisi agraris sebagai fondasi pengembangan wisata budaya dan ekonomi lokal.
27 September 2026

METRO Big Sale 2026 Hadirkan Diskon Hingga 70% + Tambahan 20%
Promo belanja spesial METRO Big Sale 2026 berlangsung mulai 25 September hingga 1 November dengan diskon storewide hingga 70% dan tambahan potongan hingga 20% melalui mitra keuangan.
27 September 2026

Manta Impact Bond Siap Lindungi Spesies Langka di Raja Ampat
Indonesia siap menerapkan Manta Impact Bond sebagai pendekatan inovatif untuk konservasi pari manta di Raja Ampat, dengan pendanaan berbasis hasil dan pemantauan ilmiah berkelanjutan.
27 September 2026

Rakyat Brasil Kritis, Ekonomi Tapi Tak Dirasakan
Kenaikan harga pangan dan beban utang memperparah tekanan hidup warga, meski data ekonomi menunjukkan perbaikan, memicu ketidakpercayaan terhadap Presiden Lula menjelang pemilu.
27 September 2026
Berita Lainnya

PSI Soroti Inkonsistensi DPR Soal Pemilu Serentak
Minggu, 27 September 2026, 23.29 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 Dibuka dengan Konferensi Global dan Aksi Sosial
Minggu, 27 September 2026, 23.28 WITA

Tewas Diduga Tertembak Usai Tawuran, Jenazah Korban Diperiksa di RS Bhayangkara
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Komisi I DPR Minta Evaluasi Komcad Pasca Kematian ASN
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Menteri PU Sidak Langsung ke Sawah Kering Bekasi
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Koalisi Sipil Desak Hentikan Paksaan ASN Ikut Latihan Militer
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Gontor Tidak Tegur Prabowo Lewat Al-Quran, Stafsus Menag Bantah Hoaks
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

