BRICS Perkuat Sistem Pembayaran Lintas Negara
BRICS sedang mengembangkan mekanisme pembayaran baru untuk mempercepat perdagangan antaranggota dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.33 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komitmen BRICS untuk memperkuat integrasi ekonomi melalui sistem pembayaran lintas negara kembali mendapat momentum menyusul pertemuan puncak di New Delhi. Fokus utama kini adalah menyederhanakan transaksi bilateral dengan memanfaatkan mata uang lokal, menghubungkan jaringan pembayaran cepat, serta mengeksplorasi penggunaan mata uang digital bank sentral. Tujuan utamanya bukan menantang sistem global yang ada, melainkan meningkatkan efisiensi dan menekan biaya transaksi antaranggota.
Pembahasan ini muncul sebagai respons terhadap ketergantungan berkepanjangan pada dolar AS dalam perdagangan internasional. Sejumlah negara anggota, termasuk India, menekankan pentingnya memperluas pemanfaatan mata uang nasional dalam transaksi lintas batas. India, dengan keberadaan Unified Payments Interface (UPI) dan RuPay, menjadi salah satu pemimpin dalam inisiatif digitalisasi pembayaran yang bisa diintegrasikan ke dalam kerangka BRICS.
Gubernur Reserve Bank of India, Sanjay Malhotra, menyatakan bahwa diskusi tentang koneksi sistem pembayaran cepat dan CBDC sedang aktif dilakukan. Menurutnya, pengembangan infrastruktur pembayaran lintas batas memberi peluang besar untuk memangkas biaya dan mempercepat aliran dana antarnegara. Ia menekankan bahwa inisiatif ini tidak dimaksudkan sebagai alat politik, melainkan sebagai upaya teknis untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
Negara-negara BRICS memiliki infrastruktur pembayaran yang sudah mapan, seperti CIPS di Tiongkok, SPFS dan jaringan Mir di Rusia, serta Pix di Brasil. BRICS Pay, yang dikelola oleh Dewan Bisnis BRICS, juga telah melakukan eksplorasi awal terkait integrasi kanal pembayaran antaranggota. Keterlibatan berbagai sistem ini menunjukkan kesiapan teknis untuk mewujudkan mekanisme pembayaran yang lebih terintegrasi dan efisien.
Tujuan akhir dari inisiatif ini adalah menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih cepat, murah, dan mandiri, tanpa menggantikan sistem global yang ada. Fokus tetap pada pengurangan ketergantungan pada mata uang asing dan bank koresponden, sekaligus mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi di antara anggota.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


