Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BUK Migas Dorong Kemandirian Finansial dari Pendapatan Hulu

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor migas kini mengandalkan pendapatan hulu migas sebagai sumber dana operasional, mengurangi ketergantungan pada APBN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meluncurkan strategi baru untuk memperkuat kemandirian finansial Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor hulu migas. Dalam upaya ini, Badan Usaha Khusus (BUK) Migas kini diarahkan untuk memanfaatkan pendapatan langsung dari aktivitas eksplorasi dan produksi migas sebagai sumber pendanaan operasional. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari model pendanaan yang sebelumnya bergantung pada alokasi anggaran negara.

Pendapatan dari hasil eksploitasi minyak dan gas bumi di wilayah kerja BUK Migas kini menjadi dasar utama dalam pembiayaan operasional harian, pemeliharaan fasilitas, serta pengembangan proyek baru. Dengan pendekatan ini, BUK Migas diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan responsivitas dalam menghadapi dinamika pasar global. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya alam.

Direktur Utama BUK Migas menyatakan bahwa perubahan struktur pendanaan ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga bagian dari transformasi budaya kerja menuju efisiensi dan kinerja yang lebih tinggi. "Kami kini lebih fokus pada hasil operasional dan kontribusi langsung terhadap keuangan negara," ujar dia. Dengan pendapatan hulu yang terus tumbuh, BUK Migas memiliki ruang lebih besar untuk berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia tanpa harus menunggu persetujuan APBN.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menciptakan struktur keuangan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Dengan mengurangi ketergantungan pada anggaran negara, BUK Migas diharapkan mampu beroperasi lebih fleksibel dan responsif terhadap tantangan industri. Hal ini juga mendukung agenda nasional dalam memperkuat sektor energi nasional dan mempercepat kemandirian energi di tengah tekanan ekonomi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya