Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bus Listrik Hidrogen Prototipe dari Polines Siap Uji Coba

Politeknik Negeri Semarang meluncurkan prototipe bus listrik berbahan bakar hidrogen dengan kapasitas jangkauan 400 km dan waktu pengisian 6–8 jam, sebagai langkah inovasi transportasi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Bus Listrik Hidrogen Prototipe dari Polines Siap Uji Coba📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Politeknik Negeri Semarang berhasil menyelesaikan pengembangan prototipe bus listrik berbasis hidrogen sebagai solusi transportasi ramah lingkungan untuk kawasan kampus, pariwisata, dan industri. Inovasi ini dikembangkan dengan pendekatan sinergis melalui hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan fokus pada integrasi teknologi baterai dan fuel cell hidrogen untuk menunjang efisiensi energi.

Sistem penggerak utama menggunakan motor PMSM berdaya 15 kW dengan tegangan DC 96 V, dilengkapi baterai LiFePO4 96 V 250 Ah yang menyimpan energi sekitar 24 kWh. Selain itu, bus diperkuat oleh fuel cell PEM berdaya 1 kW pada jalur 48 V, konverter DC-DC 48 V ke 12 V, serta baterai 12 V untuk mendukung sistem pendukung seperti lampu, klakson, wiper, dan ECU.

Menurut Ketua Tim Inventor, Prof. Ir. Yusuf Dewantoro Herlambang, proses pengembangan memakan waktu sekitar dua bulan dan menghasilkan kendaraan yang mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dengan durasi pengisian daya antara 6 hingga 8 jam. Keunggulan utama teknologi ini terletak pada reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen yang menghasilkan listrik tanpa pembakaran, mencapai efisiensi sekitar 60 persen lebih tinggi dibanding mesin konvensional.

Dukungan dari mitra internasional, termasuk Prof. Ir. Dr. Edy Herianto Majlan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), menilai inovasi ini selaras dengan tren global dalam teknologi otomotif, seperti model Mirai dari Toyota dan Hyundai. Ia menekankan perlunya kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pengisian hidrogen. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi riset strategis di bidang kendaraan listrik, kontrol sistem, dan manajemen energi, menjelang tahap uji performa dan keselamatan sebelum komersialisasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya