Cabai Naik Tajam Akibat Kemarau, Pedagang dan Konsumen Terdampak
Harga cabai rawit merah mencapai Rp85 ribu per kilogram di Tangerang karena kemarau ekstrem yang merusak produksi di daerah penghasil.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kenaikan tajam harga cabai terjadi di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, seiring meluasnya dampak kemarau ekstrem terhadap sektor pertanian. Harga cabai rawit merah kini mencapai Rp85 ribu per kilogram, melonjak dari posisi normal sebelumnya di kisaran Rp60 ribu. Sementara itu, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan signifikan, dari harga normal Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh kondisi iklim yang tidak mendukung proses tanam dan panen di wilayah pemasok utama, terutama Jawa Barat. Petani di daerah tersebut melaporkan sejumlah tanaman mati akibat kekeringan, bahkan terjadi gagal panen secara luas. Hal ini menyebabkan pasokan cabai menurun drastis, sehingga harga di pasar menanjak secara cepat.
Pedagang seperti Soleh (46) mengaku pendapatan menurun hingga 30 persen karena konsumen menyesuaikan belanja akibat harga yang tinggi. Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian, dari satu kilogram menjadi hanya seperempat atau setengah kilogram. “Orang yang biasa beli sekilo sekarang cuma beli sedikit, karena tidak mampu membeli dalam jumlah banyak,” ungkapnya.
Konsumen pun merasakan tekanan ekonomi. Tanti (37), salah satu pembeli, menyatakan kenaikan harga membuatnya harus membatasi penggunaan cabai di rumah. “Saya harus mengurangi karena kebutuhan lain juga banyak, apalagi untuk anak-anak,” ujarnya. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan menjaga kelancaran pasokan selama musim kemarau berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Aktivitas Fisik Sesuai Usia Dongkrak Tumbuh Kembang Anak
Program olahraga yang disesuaikan tahap perkembangan anak mendukung pertumbuhan fisik, motorik, dan kesehatan mental secara optimal.
29 September 2026

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Siti Hasmah, meninggal dunia di usia 100 tahun di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, dan dimakamkan secara kenegaraan dengan kehadiran tokoh nasional.
29 September 2026

Pangan Lokal Jadi Fondasi Ketahanan Nasional
Pemerintah mempercepat diversifikasi pangan berbasis kekayaan hayati lokal melalui Perpres 81/2024, dengan fokus pada pemanfaatan 2.564 spesies tumbuhan dan penguatan ekonomi daerah melalui inovasi produk olahan.
29 September 2026

Festival Padi Petani Maju 2026 Perkuat Kolaborasi Swasembada Pangan
Festival Padi Petani Maju 2026 digelar sebagai bentuk sinergi antar sektor untuk tingkatkan produktivitas padi dan dukung swasembada pangan nasional.
29 September 2026
Berita Lainnya

Museum Bing Slamet Dibangun untuk Wariskan Warisan Seni
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

170 Bidang Tanah di Ngawi Ditetapkan untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Samsat Keliling Beroperasi di 14 Titik Jadetabek
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Evakuasi Hiu Paus di Wakatobi dan Permohonan Maaf Gibran
Selasa, 29 September 2026, 09.29 WITA

Cedera Hamstring pada Atlet: Penyebab, Pencegahan, dan Langkah Pemulihan
Selasa, 29 September 2026, 09.19 WITA

Pemerintah Percepat Uji Coba MLFF untuk Transaksi Tol Nirsentuh
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor Wajib Dilakukan
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Lebih Cepat dan Hemat Biaya
Selasa, 29 September 2026, 09.11 WITA

