China Perluas Akses Pasar Keuangan Global
Bank Sentral China dorong internasionalisasi yuan dengan buka pasar domestik dan tingkatkan penggunaan aset berbasis yuan di pasar global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Sentral China (PBOC) menegaskan komitmen untuk memperluas akses pasar keuangan dalam negeri bagi investor asing, seiring upaya memperkuat posisi mata uang yuan dalam sistem keuangan global. Dalam pidato di pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, Gubernur PBOC Pan Gongsheng menekankan bahwa aset berbasis yuan menawarkan diversifikasi yang relevan di tengah ketidakpastian perdagangan dan perubahan ekonomi global yang pesat. Ia menyebut dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan sebagai faktor pendorong utama kebijakan tersebut.
Pertumbuhan ekonomi yang stabil serta dominasi industri teknologi tinggi menjadi fondasi kuat bagi daya tarik aset yuan. PBOC menilai kondisi ini mampu menarik minat investor internasional yang mencari diversifikasi portofolio. Pernyataan Pan disampaikan sehari setelah Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menekankan perlunya China mengurangi ketergantungan pada ekspor dan memperkuat konsumsi domestik sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dalam konteks itu, Pan meminta pergeseran kebijakan dari model ekspor menuju penguatan ekonomi dalam negeri.
Di tengah ketegangan perdagangan global dan kebijakan luar negeri AS yang tidak menentu, China mempercepat langkah membuka pasar modal. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, yang mulai kehilangan kepercayaan di kalangan investor. Gejolak pasar global juga dipicu oleh kekhawatiran terhadap profitabilitas perusahaan yang berinvestasi besar di bidang AI, terutama dengan biaya pinjaman yang terus meningkat. PBOC pun menawarkan solusi melalui perluasan penggunaan obligasi yuan sebagai agunan yang sah di pasar internasional.
Untuk mendukung integrasi global, PBOC akan memperkuat konektivitas infrastruktur keuangan lintas negara dan memperluas pasar yuan di luar wilayah daratan Tiongkok. Selain itu, bank sentral akan memperluas perangkat pengelolaan risiko guna mempermudah aktivitas investasi dan pembiayaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan fungsi yuan sebagai mata uang global. Pan juga menyoroti ketidakseimbangan ekonomi global yang dipengaruhi oleh defisit fiskal tinggi, konsumsi berlebihan di sejumlah negara, serta ketidakseimbangan dalam pembagian kerja global.
Pernyataan serupa disampaikan dalam pertemuan terpisah bersama Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Komisaris Eropa Valdis Dombrovskis, di mana Pan menekankan bahwa perbaikan ketidakseimbangan ekonomi global tidak bisa hanya dilakukan melalui penyesuaian nilai tukar mata uang. Ia menilai solusi harus mencakup reformasi struktural dan koordinasi kebijakan moneter global yang lebih sinergis. Upaya China menarik investor global melalui keterbukaan pasar dan stabilitas ekonomi menunjukkan ambisi besar dalam memposisikan yuan sebagai alternatif utama dalam sistem keuangan internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

