Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cicilan Whoosh Rp1 Tahun, Purbaya Yakin Tak Ganggu APBN

Menteri Keuangan menegaskan cicilan utang Whoosh sekitar Rp1 triliun per tahun aman, karena keuntungan BLU Kemenkeu cukup menutupinya tanpa beban berat bagi APBN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.33 WITA·👁 6 orang membaca· 3 hari ini · 12x dibuka
Cicilan Whoosh Rp1 Tahun, Purbaya Yakin Tak Ganggu APBN📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah yakin mampu menanggung cicilan utang proyek Kereta Cepat Whoosh yang telah direstrukturisasi, meskipun jangka waktu pembayaran diperpanjang hingga sekitar 80 tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa beban tahunan yang dibebankan tak lebih dari Rp1 triliun, angka yang dinilainya tidak signifikan dibandingkan potensi pendapatan dari entitas badan layanan umum (BLU) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.

Ia menyoroti bahwa satu BLU saja mampu menghasilkan keuntungan antara Rp3 hingga Rp4 triliun per tahun, sementara satu entitas lainnya mencatat laba hingga Rp6–7 triliun. Dengan mendistribusikan beban pembayaran cicilan kepada dua BLU atau kendaraan misi khusus (Special Mission Vehicles), pemerintah meyakini kewajiban keuangan tidak akan mengganggu konsolidasi anggaran negara.

Purbaya menekankan bahwa pendapatan dari entitas negara tersebut secara konsisten mampu menutupi kewajiban finansial proyek strategis tanpa perlu mengalihkan dana dari sektor prioritas lain. Ia menegaskan bahwa kebijakan restrukturisasi ini tidak menimbulkan tekanan pada APBN, melainkan bentuk manajemen keuangan yang bijak dan berkelanjutan.

Ketika ditanya identitas BLU yang dimaksud, Purbaya memilih tidak merinci nama secara eksplisit. Ia hanya menyiratkan bahwa kemungkinan besar melibatkan dua entitas, tanpa menyebut secara langsung Indonesia Investment Authority (INA) maupun PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Pernyataannya tetap menunjukkan keyakinan bahwa struktur keuangan yang ada sudah cukup kokoh untuk menopang pembayaran cicilan tanpa risiko sistemik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya