Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekening Otomatis Usia 17 Tahun, Pemerintah Siapkan Rp50 Ribu Awal

Pemerintah akan membuka rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, melalui BRI dan BSI, disertai edukasi dan perlindungan keamanan data.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rekening Otomatis Usia 17 Tahun, Pemerintah Siapkan Rp50 Ribu Awal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mempersiapkan program pembukaan rekening bank secara otomatis bagi setiap warga yang genap berusia 17 tahun. Setiap rekening akan langsung diberi saldo awal sebesar Rp50 ribu, sebagai langkah awal memperkuat inklusi keuangan. Inisiatif ini ditegaskan sebagai arahan presiden, dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ditunjuk sebagai pelaksana utama. Program ini dimaksudkan tidak hanya untuk memfasilitasi akses ke layanan keuangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengelolaan keuangan pribadi sejak usia muda.

Dalam paparannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan bahwa rekening otomatis akan menjadi sarana penting bagi penyaluran bantuan sosial tunai dan integrasi dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Selain itu, rekening ini diharapkan mendorong kebiasaan menabung, menerima dana dari pemerintah, serta membuka akses ke pembiayaan formal di masa depan. Namun, keberhasilan program bergantung pada tingkat aktivitas rekening, keterjangkauan, dan kemudahan penggunaan, bukan sekadar jumlah akun yang terbuka.

Para pakar ekonomi menilai bahwa meskipun inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,61 persen, literasi keuangan masih rendah, hanya 69,57 persen. Artinya, akses sudah tersedia, tetapi kemampuan memanfaatkan layanan secara aman dan produktif belum merata. Oleh karena itu, rekening otomatis harus dilengkapi dengan edukasi keuangan dasar, notifikasi transaksi, mekanisme verifikasi ulang, serta batasan transaksi awal agar tidak disalahgunakan.

Kepala Ekonom Bank Permata menekankan pentingnya memastikan data penerima bantuan akurat, karena kecepatan penyaluran tidak menjamin keakuratan sasaran. Ia juga memperingatkan risiko akun tidak aktif dan potensi penyalahgunaan data pribadi jika sistem perbankan terhubung langsung dengan Dukcapil. Untuk itu, desain sistem harus membatasi akses data, mencatat penggunaan data, menyediakan notifikasi perubahan penting, serta mekanisme pemblokiran cepat.

Pendanaan untuk saldo awal sebesar Rp50 ribu per rekening perlu transparansi, terutama jika berasal dari APBN. Jika tidak dikomunikasikan dengan jelas, hal ini bisa menimbulkan kekhawatiran terhadap beban keuangan negara dan kewajiban bank. Selain itu, pembukaan rekening harus dibarengi dengan edukasi singkat mengenai keamanan digital, seperti menjaga kerahasiaan kode akses, larangan meminjamkan rekening, serta menghindari penipuan dan investasi ilegal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya