Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dana Masuk ke Aset Indonesia Tembus Rp131,1 Triliun Hingga Oktober 2026

Aliran modal masuk ke aset keuangan Indonesia mencapai Rp131,1 triliun hingga awal Oktober 2026, didorong dominasi Surat Berharga Negara dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Dana Masuk ke Aset Indonesia Tembus Rp131,1 Triliun Hingga Oktober 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja aliran modal masuk ke pasar keuangan Indonesia terus menunjukkan kestabilan di tengah dinamika global. Hingga 7 Oktober 2026, total arus modal masuk mencapai Rp131,1 triliun, dengan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi pilar utama penerimaan dana asing. Pencapaian ini diungkapkan dalam paparan terkait APBN KiTa, menunjukkan kembali ketahanan ekonomi domestik terhadap tekanan eksternal.

Pertumbuhan terbesar terjadi pada triwulan IV-2026, di mana aliran modal masuk mencapai Rp22,01 triliun hingga tanggal tersebut. Dari total tersebut, SBN mencatat masuknya dana sebesar Rp7,9 triliun hanya dalam periode hingga 6 Oktober, menunjukkan peningkatan minat investor terhadap instrumen utang negara. Kenaikan ini diperkuat oleh kebijakan moneternya yang dinilai konsisten dan tingkat imbal hasil yang kompetitif.

Di sisi lain, SRBI mencatat aliran masuk terbesar sepanjang tahun, sebesar Rp178,6 triliun, dengan kontribusi triwulan IV mencapai Rp17,20 triliun hingga 1 Oktober. Instrumen ini menjadi pilihan utama investor institusi dan swasta dalam menempatkan dana dalam rupiah. Sementara itu, pasar saham masih mengalami arus keluar sebesar Rp84,2 triliun sepanjang tahun, meski tekanan menurun signifikan pada kuartal terakhir dengan outflow hanya Rp3,13 triliun hingga 7 Oktober.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa tren positif ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas makroekonomi dan daya tarik aset berdenominasi rupiah. Dengan arus modal yang tetap terjaga, pemerintah optimistis dapat mempertahankan keseimbangan fiskal dan mendukung pemulihan ekonomi di tahun-tahun mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya