Danantara Dinilai Pemicu Transformasi BUMN Berkelanjutan
Pakar internasional mengapresiasi langkah strategis pemerintah melalui Danantara dalam menyederhanakan struktur BUMN dan memperkuat peran aset negara untuk pembangunan nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Transformasi besar di sektor BUMN kembali mendapat sorotan dari pakar global, yang menilai langkah pembentukan Danantara Indonesia sebagai langkah tegas dan strategis. Profesor Hubungan Internasional dari Webster University, Rovshan Ibrahimov, menekankan pentingnya tindakan tegas dalam mereformasi struktur BUMN yang telah berakar selama puluhan tahun. Ia menilai bahwa perubahan sistemik hanya bisa terjadi jika didukung kebijakan yang berani dan terarah, bukan sekadar penyederhanaan administratif.
Hasil pemetaan terbaru menunjukkan jumlah entitas BUMN mencapai 1.074, jauh melampaui perkiraan awal yang diperkirakan hanya sekitar 300 hingga 400 unit. Dalam kurun waktu hingga Agustus 2026, Danantara telah berhasil menghapus 290 entitas melalui proses merger, likuidasi, dan divestasi. Langkah ini dianggap sebagai bentuk pengelolaan aset negara yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan ekonomi nasional.
Menurut Ibrahimov, Danantara bukan sekadar lembaga pengelola aset, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam mendorong prioritas strategis negara. Di antaranya adalah hilirisasi sumber daya alam, penguatan industri dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, aset negara diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan dan ketahanan ekonomi bangsa.
Namun, pakar tersebut juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kewenangan Danantara. Dengan kekuasaan yang luas, lembaga ini harus menjalankan tugasnya dengan pertanggungjawaban tinggi, khususnya terhadap Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Kehadiran mekanisme pengawasan yang kuat menjadi kunci agar transformasi BUMN tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan distorsi kebijakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lee Chung-ah Pertimbangkan Undur Diri dari Drama Baru Akibat Cedera Punggung
Aktris Lee Chung-ah mempertimbangkan mundur dari drama terbarunya, The Obedient Killer, karena cedera punggung akibat kecelakaan mobil yang memaksa ia beristirahat selama minimal sebulan.
18 September 2026

Transaksi QRIS Melonjak, BI Tekankan Perlindungan Konsumen
Peningkatan signifikan transaksi QRIS di 2026 menjadi perhatian utama BI, yang menekankan perlindungan konsumen sebagai fondasi ekonomi digital.
17 September 2026

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Google meluncurkan fitur Find Hub di Gemini untuk membantu pengguna mencatat dan menemukan lokasi barang penting seperti paspor atau kunci tanpa perangkat pelacak.
17 September 2026

Brand Tas Stylish Terbaru Hadir untuk Media dan Insan Jurnalis
Sebuah brand tas stylish terbaru diluncurkan khusus untuk kebutuhan media dan para jurnalis.
17 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA


