Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Daya Beli Masih Terjaga, Konsumsi Tertahan di Tengah Perlambatan

Pemerintah menyatakan daya beli masyarakat tetap kuat berdasarkan kinerja emiten konsumer dan tren distribusi motor, meski belanja ritel menunjukkan perlambatan di sejumlah sektor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 113x dibuka
Daya Beli Masih Terjaga, Konsumsi Tertahan di Tengah Perlambatan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah meyakini daya beli masyarakat tetap stabil meskipun terjadi pelambatan ringan dalam aktivitas belanja. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan bahwa kinerja perusahaan sektor konsumer menjadi indikator utama, dengan proyeksi kenaikan laba hampir 6% pada kuartal III-2026. Meski tidak disebutkan secara eksplisit apakah angka tersebut berbasis tahunan atau bulanan, pernyataan ini menekankan bahwa tren ekonomi domestik tetap positif.

Data dari delapan emiten barang konsumsi mencatatkan pertumbuhan signifikan di kuartal III-2025, dengan PT Unilever Indonesia Tbk mencatat pendapatan Rp9,4 triliun, naik 12,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Di sektor transportasi, distribusi sepeda motor mencatat rekor tertinggi pada September 2026 dengan angka 654.343 unit, melampaui pencapaian Juli yang sebelumnya menjadi puncak tahun ini. Total penjualan domestik hingga September mencapai 5 juta unit, menunjukkan permintaan yang tetap kuat.

Namun, di sektor fesyen, kondisi berbeda terjadi. Meskipun aktivitas di pusat perbelanjaan tetap tinggi, transaksi penjualan pakaian belum menunjukkan kenaikan signifikan. Alphonzus Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), menjelaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari siklus normal ritel saat memasuki low season, di mana pembelian fesyen cenderung ditunda karena tidak mendesak.

Indeks belanja masyarakat menurut Mandiri Spending Index pada pekan kedua September 2026 berada di level 123,5, turun tipis dari 123,6 pada pekan sebelumnya. Penurunan mingguan sebesar 0,05% berlangsung selama empat pekan berturut-turut. Meski begitu, pertumbuhan tahunan belanja masih tercatat sebesar 6,3%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (5,4%) dan tetap stabil di kisaran 6,1% sejak awal kuartal III.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya