Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstran Albania Bakar Gedung Kementerian Protes Korupsi dan Kenaikan Biaya Pendidikan

Mahasiswa Albania menggelar demonstrasi besar di Tirana, membakar gedung kementerian dan menuntut mundurnya perdana menteri akibat korupsi dan kenaikan biaya pendidikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
Demonstran Albania Bakar Gedung Kementerian Protes Korupsi dan Kenaikan Biaya Pendidikan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Puluhan ribu mahasiswa dan warga sipil dari berbagai kota di Albania turun ke jalan di ibu kota, Tirana, pada Rabu (14/10), dalam aksi protes terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Aksi yang berlangsung sejak pagi hari itu menargetkan gedung-gedung institusi pemerintah, termasuk Kementerian Pendidikan, Keuangan, dan Kehakiman, yang kemudian dibakar oleh massa. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap sistem politik yang dianggap korup dan tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Aksi demonstrasi berlangsung dalam suasana tegang, menyusul tuntutan kenaikan biaya pendidikan tinggi yang dianggap tak sebanding dengan kualitas layanan. Pengunjuk rasa menilai kebijakan pemerintah tidak adil dan memperparah kesenjangan sosial. Mereka menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama sebagai bentuk tanggung jawab atas krisis tata kelola negara yang dinilai semakin memburuk.

Kekerasan terjadi saat aparat kepolisian antihuru-hara berusaha membubarkan massa dengan meriam air. Namun, aksi tersebut justru memicu reaksi balik dari massa yang melemparkan batu, suar, dan kembang api ke arah petugas. Kerusuhan memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih luas, meski pihak keamanan menegaskan bahwa mereka tetap menjaga kontrol situasi.

Demonstrasi di Albania merupakan bagian dari gelombang protes mahasiswa yang melanda sejumlah negara Eropa, di mana isu korupsi, ketidakadilan ekonomi, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah menjadi pemicu utama. Aksi ini menunjukkan semangat perlawanan generasi muda terhadap sistem yang dianggap telah kehilangan legitimasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya