Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstran Prancis Bakar Gedung, Desak Macron Mundur

Ratusan ribu warga Prancis turun ke jalan memprotes kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, memicu bentrokan dan aksi pembakaran gedung pemerintah di sejumlah kota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Demonstran Prancis Bakar Gedung, Desak Macron Mundur📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan telah melanda berbagai wilayah Prancis sejak akhir pekan lalu, dengan ribuan warga menggelar demonstrasi menuntut pengunduran diri Presiden Emmanuel Macron. Aksi ini dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan bakar minyak dan inflasi yang menggerogoti daya beli masyarakat, terutama di kalangan pekerja dan lapisan menengah bawah. Di Paris, sekitar 110.000 orang turun ke jalan, memadati jalanan di kawasan timur dan utara kota, membawa spanduk dan meneriakkan tuntutan agar sang presiden segera meletakkan jabatannya.

Di kota-kota lain, situasi semakin memanas. Di Lyon, sekelompok pemuda bertopeng membakar gedung kantor pariwisata, menandai eskalasi kekerasan yang melibatkan massa yang tidak terkendali. Di Marseille, demonstran berhasil menerobos masuk ke balai kota, menghancurkan perabotan dan membalikkan patung dada, sebelum akhirnya ditepis oleh pasukan kepolisian. Wali kota setempat, Benoit Payan, meminta penambahan personel polisi untuk menangani situasi yang kian tak terkendali.

Di Lille, wilayah utara Prancis, massa juga mendobrak pintu kantor wali kota dan merusak sejumlah bagian bangunan sebelum meninggalkan lokasi. Aksi tersebut menunjukkan adanya pola serupa di berbagai kota besar, dengan tuntutan yang seragam: reformasi kebijakan ekonomi dan penurunan tekanan hidup. Asap kebakaran dan gas air mata menjadi ciri khas aksi demonstrasi, menyelimuti kawasan publik dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kegiatan protes ini menunjukkan tingkat ketidakpuasan publik yang mendalam terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan harga yang dianggap tidak sebanding dengan upah yang diterima. Aksi massa yang melibatkan pembakaran dan perusakan fasilitas umum menjadi indikator krisis sosial yang makin mengancam stabilitas nasional. Tuntutan untuk perubahan puncaknya adalah permintaan agar Presiden Macron segera meletakkan jabatannya sebagai bentuk respons terhadap krisis yang terus memburuk.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya