Demonstran Prancis Bakar Gedung, Desak Macron Mundur
Ratusan ribu warga Prancis turun ke jalan memprotes kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, memicu bentrokan dan aksi pembakaran gedung pemerintah di sejumlah kota.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan telah melanda berbagai wilayah Prancis sejak akhir pekan lalu, dengan ribuan warga menggelar demonstrasi menuntut pengunduran diri Presiden Emmanuel Macron. Aksi ini dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan bakar minyak dan inflasi yang menggerogoti daya beli masyarakat, terutama di kalangan pekerja dan lapisan menengah bawah. Di Paris, sekitar 110.000 orang turun ke jalan, memadati jalanan di kawasan timur dan utara kota, membawa spanduk dan meneriakkan tuntutan agar sang presiden segera meletakkan jabatannya.
Di kota-kota lain, situasi semakin memanas. Di Lyon, sekelompok pemuda bertopeng membakar gedung kantor pariwisata, menandai eskalasi kekerasan yang melibatkan massa yang tidak terkendali. Di Marseille, demonstran berhasil menerobos masuk ke balai kota, menghancurkan perabotan dan membalikkan patung dada, sebelum akhirnya ditepis oleh pasukan kepolisian. Wali kota setempat, Benoit Payan, meminta penambahan personel polisi untuk menangani situasi yang kian tak terkendali.
Di Lille, wilayah utara Prancis, massa juga mendobrak pintu kantor wali kota dan merusak sejumlah bagian bangunan sebelum meninggalkan lokasi. Aksi tersebut menunjukkan adanya pola serupa di berbagai kota besar, dengan tuntutan yang seragam: reformasi kebijakan ekonomi dan penurunan tekanan hidup. Asap kebakaran dan gas air mata menjadi ciri khas aksi demonstrasi, menyelimuti kawasan publik dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kegiatan protes ini menunjukkan tingkat ketidakpuasan publik yang mendalam terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan harga yang dianggap tidak sebanding dengan upah yang diterima. Aksi massa yang melibatkan pembakaran dan perusakan fasilitas umum menjadi indikator krisis sosial yang makin mengancam stabilitas nasional. Tuntutan untuk perubahan puncaknya adalah permintaan agar Presiden Macron segera meletakkan jabatannya sebagai bentuk respons terhadap krisis yang terus memburuk.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

